Eks anggota Tim 8 Koalisi Perubahan utusan Partai Demokrat, Iftitah Sulaiman mengungkapkan bahwa Tim 8 Koalisi Perubahan sejatinya sudah mencium kabar PKB akan bergabung dengan koalisinya sejak Desember 2022 lalu.

Foto : AHY

“Nah jadi sebetulnya PKB itu predictable masuknya itu, karena informasinya itu makin kuat, makin kuat, makin kuat,” kata Iftitah saat diwawancarai di Cikeas, Jawa Barat, Jumat (1/9/2023).

Bahkan, kata dia, nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sudah masuk dalam pembahasan di jajaran Tim 8 sejak Desember 2022 atau sebelum Piagam Koalisi Perubahan diresmikan.

Dia juga mengakui nama Cak Imin sempat dibawa oleh perwakilan Partai Demokrat untuk dibahas bersama Tim 8.

“Demokrat membahas (nama Cak Imin) di Tim 8, jadi kita open di sana sejak bulan Desember tahun lalu (2022). Kami menyampaikan ini (Cak Imin) bagaimana?,” ujar Iftitah.

Oleh karena itu, Iftitah sendiri mengaku tidak terkejut dengan manuver politik NasDem dan PKB menduetkan Anies Baswedan dengan Cak Imin.

Namun terkait apakah manuver yang disebut Ketum NasDem Surya Paloh spontan terjadi ini karena desakan dari pihak luar, Iftitah enggan menjawab.

Iftitah hanya mengatakan dia memprediksi Surya Paloh sejak awal sengaja menunda menyetujui deklarasi Anies-AHY karena sudah menyiapkan skenario Anies-Cak Imin. “Iya, saya memprediksi itu,” katanya menandaskan.

Diberitakan sebelumnya, Partai Demokrat secara resmi mencabut dukungannya terhadap Bacapres Anies Baswedan serta keluar dari Koalisi Perubahan yang dibangun bersama Partai NasDem dan PKS.

Sikap itu diambil, usai Partai NasDem dan Anies memutuskan untuk menunjuk Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapres Anies di 2024.

"Pertama Demokrat cabut dukungan Anies Baswedan sebagai capres pilpres 2024," kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, usai rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat di Cikeas, Jumat (1/9).

"kedua Partai Demokrat tidak lagi berada di dalam koalisi perubahana untuk persatuan karena terjadi pengingkatan kesepakatan yang dibangun selama ini," imbuh dia.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh mengaku tidak memahami pernyataan Partai Demokrat yang menyebut calon wakil presiden (Cawapres) Anies Baswedan telah ditentukan secara sepihak. Dia juga menepis tak menjalin komunikasi dengan parpol koalisi.

"Saya kurang memahami itu, sebagai kakak bagi kalian semuanya,kalian lihat suasana kalian ada menghindar dari kalian atau tidak, secara psikologis aja. Apalagi pada kawan-kawan koalisi, nggak mungkin," kata Surya Paloh.

Meski begitu, Paloh menghormati keputusan apapun yang bakal diambil Partai Demokrat usai mencuat isu bakal calon presiden (Bacapres) Anies Baswedan dipasangkan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Termasuk, apabila Partai Demokrat memutuskan hengkang dari koalisi.

"Saya hormati, apalagi yang harus saya katakan. Kalian lihat kira-kira model saya ini ada bakat sebagai penghianat atau tidak. Gitu aja, tapi saya hormati itu," katanya.

Lebih lanjut, Paloh menyebut dirinya tidak memiliki rencana menemui jajaran DPP Partai Demokrat dalam waktu dekat. Namun, dia berujar komunikasi harus tetap dilakukan.

"Kalau saya enggak ada (rencana komunikasi). (Tapi) komunikasi tetap harus bisa, kalau pun enggak di dunia, di akhirat," ujar dia.

Paloh juga mengatakan, duet Anies Baswedan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) belum resmi. Dia menyebut masih menunggu perkembangan 1-2 hari ke depan.

"Pak Muhaimin Iskandar? Jadi cawapres? Kemungkinan ke arah situ bisa saja terjadi, tapi saya pikir belum terformalkan sedemikian rupa sampai menit ini. Jadi kita tunggu perkembangan satu- dua hari ini," ucapnya.

Surya Paloh Temui Jokowi

Di sisi lain, Mantan Politisi Golkar itu, mengaku sempat menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 31 Agustus 2023 kemarin. Dia mengakui berbincang soal politik dengan Jokowi dalam pertemuan tersebut.

"Biasa ngobrol sama teman, udah lama enggak jumpa," kata Surya Paloh kepada wartawan di NasDem Tower.

"Ada (pembicaraan politik). Bagaimana suasana, keadaan politik? Kita bersyukur, suasana tenang," tambahnya.

Dia lalu ditanya apakah pembahasan politik itu mengenai duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Pilpres 2024 mendatang. Dia hanya menjawab berbagai macam hal dibahas dalam pertemuan itu.

"Bermacam-macam soal kita bahas bersama, dalam suasana yang mungkin, beberapa lama udah enggak ketemu, suasana hangat ya," ucap Surya Paloh.

Sementara itu, Jokowi mengatakan pertemuannya dengan Surya Paloh tidak membahas soal duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024.

"Ya pertemuan biasa. Pertemuan biasa (dengan Surya Paloh). Ya memang bertemu, pertemuan biasa," kata Jokowi kepada wartawan di Senayan JCC Jakarta, Jumat (1/9/2023).

"Ndak ada sama sekali (membahas soal Anies-Cak Imin). Ndak ada," sambung dia.

Dia tak mau menanggapi soal pecahnya koalisi partai, usai isu Anies Baswedan berpasangan dengan Cak Imin di Pilpres 2024. Jokowi mengatakan hal tersebut urusan partai politik.

"Urusannya ketua-ketua partai. Urusan partai. Bukan urusannya presiden," jelas Jokowi terkait pertemuannya dengan Surya Paloh.

(**)