Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

IHSG Melemah Signifikan: Dampak Penurunan dan Sejarah Pasar Modal Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan pasar modal Indonesia. Pada Senin, 18 Maret 2025, IHSG ditutup melemah sebesar 395,86 poin atau 6,12% ke level 6.076. 
IHSG Melemah Signifikan/(ilustrasi/@pixabay)

Penurunan ini tidak hanya mencerminkan sentimen negatif dari investor, tetapi juga mengakibatkan pembekuan sementara sistem perdagangan di PT BEI pada pukul 11:19:31 WIB. 

Kejadian tersebut menandai adanya kekhawatiran di kalangan pelaku pasar akibat ketidakpastian kebijakan ekonomi global dan nasional.

IHSG merupakan indeks utama yang mencerminkan kinerja keseluruhan saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Indeks ini dihitung dengan metode rata-rata tertimbang berdasarkan kapitalisasi pasar saham, sehingga pergerakan harga saham, volume perdagangan, serta sentimen investor memiliki pengaruh besar terhadap nilai IHSG. 

Ketika mayoritas saham menunjukkan kenaikan, indeks pun cenderung naik, begitu pula sebaliknya. Sebagai tolok ukur utama, IHSG sering dijadikan indikator untuk menilai kondisi umum pasar modal Indonesia dan dinamika investasi di dalam negeri.

IHSG pertama kali diluncurkan pada 1 April 1983 oleh Bursa Efek Jakarta (BEJ) sebagai representasi kinerja seluruh saham yang tercatat. Pada awalnya, indeks ini dibuka dengan nilai dasar 100 poin dan mengalami fluktuasi seiring dengan perkembangan pasar. 

Seiring waktu, BEJ bergabung dengan Bursa Efek Surabaya (BES) pada tahun 2007, membentuk entitas baru yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI). Penggabungan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan infrastruktur pasar modal, sehingga memberikan fondasi yang lebih kuat bagi perekonomian nasional.

Penurunan signifikan IHSG saat ini mengindikasikan adanya ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh faktor global maupun domestik. 

Investor dan pelaku pasar pun terus menunggu kejelasan kebijakan yang dapat membawa stabilitas di pasar modal.

Dengan kondisi pasar yang dinamis, diharapkan kebijakan ekonomi yang lebih tegas dapat segera diimplementasikan sehingga IHSG dapat bangkit dan menunjukkan tren positif kembali.(*)

Hide Ads Show Ads