Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Derita Penyakit Langka, Balita di Cirebon Berjuang Demi Cangkok Hati

Cirebon; Seorang balita berusia delapan bulan asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tengah berjuang melawan penyakit langka yang mengancam keselamatan hidupnya. Balita bernama Fawwas Rosdiana, warga Desa Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, didiagnosis menderita atresia bilier disertai hernia, dua kondisi serius yang berdampak langsung pada fungsi hatinya.
Balita bernama Fawwas Rosdiana, warga Desa Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, didiagnosis menderita atresia bilier disertai hernia

Setiap hari, Fawwas kerap menangis menahan rasa sakit. Perutnya tampak membengkak akibat gangguan fungsi hati yang terus memburuk. Atresia bilier sendiri merupakan kelainan bawaan pada bayi, di mana saluran empedu tidak terbentuk atau tersumbat, sehingga empedu merusak jaringan hati secara perlahan jika tidak ditangani secara optimal.

Untuk mempertahankan kondisinya, Fawwas telah menjalani dua kali operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Operasi pertama dilakukan untuk pemasangan saluran empedu akibat atresia bilier, sementara operasi kedua untuk penanganan hernia. Namun hingga kini, kondisi kesehatannya belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Fawwas merupakan anak kedua yang terlahir kembar dari pasangan Viantika dan Asep Rosdiana. Sang ayah bekerja sebagai sopir pabrik dengan penghasilan terbatas, sementara biaya pengobatan yang dibutuhkan terus meningkat.

Menurut sang ibu, Viantika, kondisi perut Fawwas semakin membesar dan menyebabkan anaknya sering menangis dalam waktu lama karena rasa sakit yang hebat. Ia menyebut, transplantasi atau cangkok hati menjadi satu-satunya harapan agar Fawwas dapat bertahan dan tumbuh seperti anak-anak seusianya.

“Awalnya atresia bilier, kemudian hernia. Gejala awalnya mata dan badan kuning. Kami bawa ke RS Ciremai Cirebon, lalu dirujuk ke RSHS Bandung. Sebelum cangkok hati, kondisinya kemungkinan akan seperti ini terus,” ujar Viantika.

Di tengah keterbatasan biaya, Pemerintah Desa Getrakmoyan bersama masyarakat setempat bergerak membuka donasi sebagai bentuk kepedulian. Dari dua blok permukiman warga, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp5 juta, dan akan disalurkan untuk membantu meringankan biaya pengobatan Fawwas.

Kuwu Getrakmoyan, Junandi, mengatakan bantuan tersebut merupakan langkah awal untuk membantu warganya yang membutuhkan pertolongan medis serius.

“Pemerintah desa bersama masyarakat berupaya membantu sebisa mungkin dengan membuka donasi di lingkungan warga. Dana yang terkumpul memang belum besar, namun ini bentuk kepedulian kami untuk meringankan beban orang tua Fawwas, terutama untuk rencana cangkok hati yang biayanya sangat besar,” kata Junandi.

Orang tua Fawwas berharap adanya perhatian dan dukungan lebih luas, baik dari pemerintah maupun pihak-pihak dermawan, agar proses pengobatan lanjutan berupa transplantasi hati dapat segera terlaksana. Mereka berharap bantuan tersebut dapat membuka harapan baru bagi kesembuhan Fawwas.(*)

Hide Ads Show Ads