IHSG Ditutup di Level 9.032, Cerminan Kepercayaan Investor
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia bergerak di zona hijau sepanjang hari ini. Di akhir perdagangan, IHSG ditutup naik 0,94 persen atau 84 poin ke level 9.032,58.
IHSG kembali berhasil memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) hari ini. “Capaian ini merupakan cerminan semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional di tahun 2026,” kata BEI dalam pernyataan tertulisnya pada media, Rabu (14/1/2026).
Menurut BEI, capaian rekor tersebut tidak lepas dari dukungan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Sehingga menciptakan sentimen positif yang konsisten di pasar.
Disebutkan pula, sinergi yang kuat antara BEI, Otoritas Jasa Keuangan serta seluruh pemangku kepentingan telah memperkuat ekosistem pasar modal. Termasuk dukungan dari Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia serta PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Sehingga pasar modal Indonesia mampu menghasilkan berbagai pencapaian. Sepanjang tahun 2025, pasar modal Indonesia mencatatkan berbagai rekor tertinggi, antara lain jumlah investor yang mencapai 20,3 juta
Selain itu terjadi pencatatan 26 saham baru dengan total dana dihimpun melalui Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp18,1 triliun. Aktivitas perdagangan pada tahun 2025 juga menunjukkan tren yang kuat, IHSG mencatatkan 24 kali rekor tertinggi sepanjang massa.
“Pencapaian tersebut menegaskan posisi pasar modal Indonesia yang semakin resilien dan berdaya saing global. Sekaligus memperkuat peran BEI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” kata BEI dalam pernyataannya.
Sementara itu, hari ini sebanyak 461 saham harganya naik, 252 saham harganya turun dan 245 saham stagnan. Saham sektor barang sekunder naik paling kuat 3,21 persen.
Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga menguat. Saham-saham yang mendominasi penguatan adalah NCKL, ANTM, EXCL, CTRA dan BUMI.
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 61,2 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 3,37 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp29,19 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp16.429 triliun.(*)
