Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Jelang Libur Panjang Asik Ngacir, Penguatan IHSG Berlanjut ke 9.075

Jakarta : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ditutup menguat dalam perdagangan hari ini. IHSG terpantau naik 0,47 persen atau 42,82 poin ke level 9.075.
Suasana di Main Hall Bursa Efek Indonesia dengan papan elektronik berisi informasi pergerakan indeks harga saham

IHSG bergerak di zona hijau sepanjang hari ini, dan sempat mencapai level tertinggi 9.100. “Di dalam negeri IHSG mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Kamis, 15 Januari 2026.

Penguatan IHSG, kata Tim Pilarmas, didorong oleh langkah pemerintah untuk mewujudkan program-program prioritas. Diantaranya ketahanan pangan, pengembangan industri padat karya, dan program sosial yang meningkatkan kepercayaan terhadap ketahanan ekonomi domestik.

“Sentimen pasar tetap rapuh di tengah ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lanjutan dari Bank Indonesia (BI),” ucap Tim Pilarmas. Pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur BI bulan Januari yang akan memutuskan kebijakan suku bunga.

Di sisi lain, tambah Tim Pilarmas, pasar mengabaikan pernyataan Menteri Keuangan terkait penguatan rupiah dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi. Menkeu Purbaya meyakini rupiah akan menguat seiring pemulihan ekonomi secara bertahap.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 362 saham harganya naik, 342 saham harganya turun dan 254 saham stagnan. Saham sektor baran sekunder naik paling kuat (1,15 persen) dan saham sektor industrials turun paling dalam (-2,31 persen).

Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga bergerak menguat. Saham–saham yang mendominasi penguatan diantaranya BBNI, CTRA, JPFA, PGEO, dan BMRI.

Volume saham yang diperdagangan sebanyak 46,97 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 3,29 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan tercatat sebesar Rp28,08 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp16.511 triliun.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham juga ditutup menguat hari ini. Penguatan terjadi setelah Tiongkok mencatatkan kenaikan surplus perdagangan dari sebelumnya USD111,68 miliar menjadi USD114,1 miliar.(*)

Hide Ads Show Ads