Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Ketidakpastian Geopolitik, Picu Orang Beli Emas

Jakarta : Pengamat menyebut ketidakpastian geopolitik membuat banyak orang membeli emas. Sehingga harga emas mengikuti hukum ekonomi permintaan dan penawaran. 

ilustrasi emas batangan. Foto: Pixabay.

"Ini semua jadi akan memburu emas karena ketidakpastian, maka mengikuti hukum ekonomi. Tetapi kalau situasi sudah pasti orang akan bisa prediksi, daripada beli emas lebih baik beli instrumen lain," kata Pengamat Hubungan Internasional, Hikmahanto Juwana, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Selasa (27/1/2026). 

Menurutnya, pemerintah dari negara berkembang juga harus memperhatikan geopolitik yang ada. Sehingga dapat membuat kebijakan tidak bergantung pada kondisi geopolitik yang ada. 

"Intinya kita akan terus melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu penting punya swasembada," katanya. 

Sementara itu, para ahli memperkirakan harga emas dunia, yang telah memecahkan rekor naik lebih lanjut menuju level US$ 6.000. Harga emas diyakini melonjak karena meningkatnya ketidakpastian global serta permintaan yang kuat dari bank sentral dan ritel.

Mengutip US News, Senin (26/1/2026), analis independen Ross Norman memperkirakan harga emas tahun ini berpeluang mencapai US$ 6.400 per troy ons. Yaitu dengan rata-rata harga di US$ 5.375.

"Satu-satunya kepastian saat ini tampaknya adalah ketidakpastian. Lalu itu sangat menguntungkan emas," kata Norman.(*)

Hide Ads Show Ads