Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Menteri PU Siapkan 1.200 Hunian Korban Banjir



Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo

Jakarta :Pemerintah targetkan pembangunan puskesmas darurat di Aceh rampung sebelum pertengahan Februari.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengonfirmasi bahwa pemerintah telah merampungkan pembangunan 1.200 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana banjir di wilayah Pulau Sumatera.

Langkah ini diambil sebagai upaya pemulihan cepat bagi korban bencana yang kehilangan tempat tinggal. Dalam pemaparannya, Dody merinci bahwa ribuan unit hunian tersebut dialokasikan secara strategis di tiga provinsi terdampak paling parah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Hari ini, kami membangun rumah-rumah hunian atau hunian sementara. Ada 1.200 unit yang kita sebar untuk di Aceh, Sumut, dan Sumbar," ujar Dody saat memberikan keterangan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Selasa 27 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa penentuan titik lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan koordinasi ketat serta arahan teknis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Percepatan Fasilitas Kesehatan

Selain fokus pada sektor pemukiman, Kementerian PU kini tengah memprioritaskan penyediaan fasilitas kesehatan darurat. Menanggapi permintaan dari Kementerian Kesehatan, pemerintah sedang menggenjot pembangunan puskesmas di Aceh Tenggara dan Aceh Timur.

Dody menegaskan bahwa fasilitas medis sementara tersebut harus sudah dapat beroperasi sebelum memasuki bulan Ramadan, dengan target paling lambat pada 15 Februari 2026.

"Untuk pekerjaan puskesmas yang permanen, kami harapkan pada akhir 2026 bisa kami selesaikan," tambahnya.

Pemulihan Infrastruktur Publik

Laporan terbaru menunjukkan kemajuan signifikan dalam normalisasi infrastruktur pascabencana. Tim di lapangan dilaporkan terus melakukan pembersihan material lumpur yang menggenangi area vital seperti pasar, institusi pendidikan, dan pusat layanan kesehatan.

Data Kementerian PU mencatat, dari total 171 lokasi terdampak yang masuk dalam peta penanganan, sebanyak 120 titik di antaranya kini telah berhasil difungsikan kembali untuk melayani masyarakat.(*)

Hide Ads Show Ads