Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Selasa Sore IHSG Ditutup Naik Meski Perdagangan Fluktuatif

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Namun, IHSG akhirnya ditutup di zona hijau naik 0,72 persen atau 63,58 poin ke level 8.948.(13/1/26).

Suasana Main Hall Bursa Efek Indonesia dengan papan elektronik berisi informasi indeks harga saham

Sebanyak 358 saham saham harganya naik, 349 saham harganya turun dan 251 saham stagnan. Saham sektor bahan baku, industrial dan properti naik paling kuat dan menjadi penopang kenaikan IHSG.

“IHSG berfluktuasi karena ketidakpastian global dan domestik. Namun kenaikan harga komoditas dari saham-saham terkait, yang mendorong kenaikan IHSG,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa (13/1/2026).

Menurut Tim Phintraco, selama IHSG belum mencapai 9.000 saat penutupan perdagangan, IHSG masih akan berkonsolidasi. Konsolidasi di kisaran 8.840-9.000.

Sepanjang hari ini, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga bergerak menguat. Saham-saham yang mendominasi penguatan adalah MBMA, PGEO, MDKA, ADRO, dan JPFA

Hari ini, volume saham yang diperdangkan sebanyak 60,53 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 3,75 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp33,47 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp16.253 triliun.

Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia juga ditutup menguat dalam perdagangan hari ini. Bursa saham Jepang Nikkei 225 memipin penguatan dengan kenaikan 3,1 persen.

Penguatan indeks saham di Asia, karena investor mengabaikan titik-titik rawan geopolitik, seperti di Iran dan Venezuela. Meski Presiden Trump mengancam akan mengenakan tarif dagang 25 persen pada negara yang berbisnis dengan Iran.

“Investor juga mencermati data neraca perdagangan Tiongkok bulan Desember 2025 yang diperkirakan surplus sebesar USD105 miliar. Surplusnya menurun dari USD111,68 miliar pada November 2025,” kata Tim Phintraco.

Namun data penjualan ritel di Tiongkok bulan November 2025 diperkirakan tumbuh 0,3 persen secara bulanan. Penjualan ritel Tiongkok bulan November, lanjut Tim Phintraco, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang stagnan.(*)

Hide Ads Show Ads