Akibat Risiko Kebakaran, BMW Tarik Ratusan Ribu Unitnya
Jakarta : Produsen mobil asal Jerman, BMW, kembali melakukan penarikan (recall) ratusan ribu unit kendaraan di berbagai negara. Langkah ini diambil karena adanya cacat teknis yang berpotensi memicu risiko kebakaran.
Dalam pernyataan resminya pada Rabu (11/2), BMW menyebut penarikan ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya korsleting yang bisa berujung kebakaran saat mobil sedang digunakan. Meski tidak membeberkan jumlah unit secara global, BMW mengonfirmasi bahwa sebanyak 28.582 unit kendaraan di Jerman terdampak masalah ini.
Sementara itu, publikasi industri otomotif kfz-betrieb pada Selasa (10/2) melaporkan bahwa jumlah kendaraan yang berpotensi terlibat dalam penarikan global ini bisa mencapai 575.000 unit.
Masalah teknis tersebut diketahui berasal dari sistem starter. Dalam kondisi tertentu, volume penyalaan mesin yang tinggi bisa menyebabkan keausan berlebihan pada sakelar starter. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan korsleting listrik. Dalam kasus yang jarang terjadi, gangguan tersebut bahkan bisa memicu kebakaran kendaraan saat sedang beroperasi.
Penarikan kembali ini mencakup sejumlah model populer BMW, mulai dari seri 2, seri 3, seri 4, hingga seri 5. Mobil-mobil tersebut diproduksi dalam rentang waktu Juli 2020 hingga Juli 2022.
Langkah terbaru BMW ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada September lalu, pabrikan asal Munich tersebut juga sempat menarik lebih dari 130.000 unit kendaraan di Jerman dan sekitar 200.000 unit di Amerika Serikat. Penarikan kala itu dilakukan karena risiko kebakaran serupa yang juga berkaitan dengan komponen starter, termasuk beberapa unit tambahan di pasar negara lain.
Buat pemilik BMW di rentang produksi tersebut, penting buat cek apakah mobilmu termasuk dalam daftar recall. Penanganan lebih awal bisa mencegah risiko yang lebih besar saat mobil dipakai sehari-hari.(*)
Sumber: Xinhua
