Jalan Pantura Subang Rusak Parah, Pengendara Terancam Kecelakaan
Subang: Kondisi Jalan Raya Pantura di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengalami kerusakan parah akibat tingginya curah hujan yang terjadi selama tiga pekan terakhir. Sejumlah titik jalan berlubang dalam dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Kerusakan terlihat jelas di kawasan Pamanukan hingga beberapa ruas Pantura lainnya di wilayah Subang. Lubang-lubang besar yang tergenang air kerap tidak terlihat oleh pengendara, sehingga menyulitkan mereka untuk menghindar. Situasi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan memicu antrean panjang kendaraan.
Untuk menghindari lubang jalan, pengendara terpaksa melaju secara bergantian. Akibatnya, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama, terutama bagi kendaraan angkutan umum dan logistik yang setiap hari melintasi jalur Pantura.
Salah seorang pengemudi angkutan kota, Eman, mengaku kondisi jalan yang rusak sangat mengganggu aktivitasnya.
"Hampir setiap hari lewat sini, jalannya makin parah. Banyak lubang dalam, kalau hujan tertutup air jadi berbahaya. Saya pernah hampir tergelincir, ban juga sering kena," ujar Eman, dikutip Selasa, 3 Februari 2026.
Warga sekitar juga mengungkapkan bahwa kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di lokasi jalan rusak tersebut. Menurut Wandi, insiden kecelakaan hampir terjadi setiap hari, terutama saat malam hari atau ketika hujan deras mengguyur.
"Sering lihat motor jatuh, bahkan ada yang tabrakan karena mendadak menghindari lubang. Kalau malam lebih bahaya karena lubangnya tidak kelihatan," ucap Wandi.
Selain kecelakaan, banyak pengendara sepeda motor mengalami pecah ban akibat menghantam lubang jalan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga dan pengguna jalan, mengingat Jalan Pantura merupakan jalur utama penghubung antarwilayah di Pantura Jawa Barat.
Warga dan para pengendara berharap pemerintah terkait segera melakukan perbaikan jalan. Mereka menilai perbaikan mendesak perlu dilakukan agar kerusakan jalan tidak terus menelan korban, mengingat jalur Pantura menjadi akses vital transportasi dan distribusi barang.(*)

