Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

IHSG Menguat Tipis di Tengah Ketidakpastian Hormuz

Jakarta; Indeks menguji level 7.700 saat pasar mencermati negosiasi AS-Iran dan keputusan suku bunga Bank Indonesia .
IHSG Menguat Tipis di Tengah Ketidakpastian Hormuz

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan awal pekan, Senin 20 April 2026, meski dibayangi oleh volatilitas geopolitik di Timur Tengah dan penantian kebijakan moneter domestik.

Pada pembukaan pukul 09:01 WIB, indeks acuan bursa domestik terapresiasi sebesar 29,39 poin atau 0,39% ke posisi 7.663. 

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan aktivitas perdagangan mencapai 3,68 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,49 triliun. Secara sektoral, dinamika pasar terlihat cukup berimbang dengan 248 saham menguat berbanding 290 saham yang melemah.

Faktor Geopolitik dan Dilema Selat Hormuz

Sentimen pasar global saat ini terjepit di antara harapan perdamaian dan ancaman blokade baru. 

Phintraco Sekuritas menyoroti langkah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang tetap mempertahankan blokade di Selat Hormuz hingga kesepakatan final tercapai. Hal ini memicu reaksi balasan dari pihak Teheran.

"Iran memberlakukan kembali penutupan Selat Hormuz kurang dari sehari setelah membukanya, sebagai respons atas blokade yang belum dicabut," tulis laporan riset Phintraco.

Meski demikian, terdapat sinyal diplomasi yang cukup kuat. Presiden Trump dilaporkan telah mengirim utusan khusus ke Pakistan untuk bernegosiasi dengan Iran, sebuah langkah yang dianggap krusial menjelang berakhirnya masa gencatan senjata pada 21 April esok.

Proyeksi Domestik: Menanti RDG Bank Indonesia

Dari dalam negeri, investor cenderung bersikap konservatif menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan dimulai Selasa esok. 

Konsensus pasar memproyeksikan Bank Sentral akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan pengendalian inflasi di tengah ketidakpastian global.

BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih akan bergerak dalam rentang terbatas. "Pasar tampak masih ragu terhadap kepastian gencatan senjata. 

Kami memproyeksikan indeks akan bergerak fluktuatif selama belum mampu menembus level psikologis 7.700," ungkap tim riset tersebut.

Sentimen positif dari penguatan bursa Wall Street akhir pekan lalu tampaknya tertahan oleh aksi jual investor asing (foreign outflow) serta kenaikan harga minyak dunia. 

Panin Sekuritas mencatat bahwa pelemahan harga komoditas utama dan fluktuasi nilai tukar tetap menjadi risiko dominan yang perlu diwaspadai.

IHSG diprediksi akan menguji rentang support di level 7.500 hingga 7.570, dengan hambatan resistensi terdekat pada level 7.720 hingga 7.760 sepanjang sesi perdagangan hari ini.(*)

Hide Ads Show Ads