Ini Cara Ditempuh Dinkes Karawang Untuk Turunkan Angka Stunting
Karawang : Dinkes Kabupaten Karawang terus memperkuat strategi penurunan angka stunting melalui pendekatan terintegrasi yang menyasar langsung kelompok berisiko, mulai dari remaja hingga ibu hamil dan balita.(20/4/26).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Karawang, Nurmala Hasanah, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar intervensi yang dilakukan lebih optimal dan tepat sasaran.
“Penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kolaborasi dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan OPD terkait,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, strategi utama yang dijalankan Dinkes adalah penguatan intervensi spesifik melalui layanan kesehatan langsung. Upaya ini dilakukan sejak hulu, dimulai dari kelompok remaja dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin, terutama bagi yang mengalami anemia.
Selain itu, intervensi juga difokuskan pada ibu hamil melalui pemberian Multiple Micronutrient Supplement (MMS) setiap hari selama masa kehamilan. Bagi ibu hamil yang mengalami anemia, Dinkes memberikan tambahan TTD serta melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebabnya.
“Kita pastikan apakah anemia disebabkan kekurangan zat besi atau faktor lain, sehingga penanganannya bisa tepat,” katanya.
Dinkes juga menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil yang mengalami masalah gizi. Namun, keterbatasan cakupan masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Untuk mengatasi hal itu, Dinkes membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), agar intervensi gizi bisa menjangkau lebih banyak sasaran.
“Kami berharap ada dukungan dari dunia usaha, sehingga penanganan stunting bisa lebih luas dan merata,” ungkapnya.
Selain intervensi spesifik, upaya penurunan stunting juga diperkuat dengan program pendukung seperti pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin, gerakan remaja sehat, serta kampanye perilaku hidup bersih dan sehat.
Nurmala menegaskan, keberhasilan menekan angka stunting sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta dan akademisi.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis angka stunting di Karawang dapat terus ditekan,” tegasnya.(*)
