Katia Itzel Garcia, Wasit Wanita Meksiko Pertama yang Memimpin Laga Piala Dunia
Meksiko: Katia Itzel Garcia sempat menunda kick-off babak kedua beberapa detik karena pemain Tunisia belum lengkap berada di lapangan.
Meksiko memang belum pernah juara Piala Dunia namun negeri ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan sejarah turnamen terbesar di sepak bola ini. Banyak momen bersejarah terjadi di Meksiko terutama saat negeri ini menjadi tuan rumah Piala Dunia. Di Piala Dunia 2026 ini, Meksiko kembali mengukir sejarah di mana dunia akan mengingat tentang turnamen ini: Katia Itzel Garcia, wasit wanita yang memimpin laga Tunisia vs Belanda.
Dalam laga di Stadion Kansas City Stadium yang tribunnya dipenuhi warna oranye pendukung Belanda, Katia Itzel Garcia memimpin pertandingan tersebut. Saat itu, dengan kehadirannya sebagai wasit pemimpin pertandingan, Katia Itzel Garcia mencetak sejarah sebagai wasit wanita Meksiko pertama yang memimpin pertandingan di Piala Dunia pria.
Dia mengenakan seragam warna hitam yang biasa dikenakan wasit tapi ditambah tiga warna yang identik bendera Meksiko di bagian bahunya. Seperti wasit lainnya yang memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026 ini, Katia Itzel Garcia melengkapi dirinya dengan atribut seperti jam tangan khusus di tangan, alat komunikasi seperti headset, hingga refcam kecil di bagian kepalanya. Dan, tentu saja peluit yang selalu ada di tangan dan dibawa ke mana pun dia berlari sepanjang pertandingan berlangsung.
Katia Itzel Garcia adalah representasi Meksiko yang semakin menegaskan sejarah negeri ini terhadap Piala Dunia serta menempatkan wanita dalam posisi yang sama dalam olahraga ini, khususnya dalam perwasitan sepak bola internasional.
Salah satu momen yang menarik dari tugas Katia Itzel Garcia selama memimpin laga Tunisia vs Belanda, ketika kick-off babak kedua akan dimulai. Wasit berusia 33 tahun ini tidak segera meniup peluit untuk dimulainya pertandingan.
Situasi tersebut kemudian membuat salah satu pemain Tunisia menghampirinya. Ternyata, di lapangan Tunisia kurang satu pemain. Saat itu hanya ada 10 pemain di lapangan termasuk kiper. Dan, memang benar, akhirnya satu pemain yang ditunggu itu datang dan masuk ke lapangan. Pemain tersebut adalah kapten Tunisia sendiri yaitu Ellyes Skhiri yang mencetak gol bunuh diri di laga ini.
Situasi tersebut membuat pelatih Belanda, Ronald Koeman, tanpak sedikit kesal terhadap pemain Tunisia tersebut. Sementara itu, Katia Itzel Garcia memberikan waktu kepada sang pemain untuk masuk ke posisinya di lapangan. Baru, kemudian dia meniupkan peluit kick-off tanda babak kedua dimulai. Dalam peraturan FIFA, pertandingan memang tidak boleh dimainkan jika ada satu pemain tim lawan yang pemainnya tidak lengkap saat memulai laga.
Dari situasi tersebut, memperlihatkan kualitas Katia Itzel Garcia sebagai wasit. Dia tampaknya menghitung jumlah pemain atau boleh jadi mendapatkan pemberitahuan lewat alat komunikasinya. Yang pasti, semua itu memperlihatkan kualitasnya sebagai wasit FIFA dan terjadi dalam debutnya memimpin pertandingan Piala Dunia 2026.
Pertandingan ini sendiri berakhir dengan kemenangan Belanda yang membuat Oranje memastikan lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup F. Katia Itzel Garcia salah satu wasit sepak bola terkemuka Meksiko dan telah membangun reputasi yang kuat melalui penampilannya di kompetisi domestik dan internasional.
Momen ini menjadi semakin diingat dengan simbol warna bendera Meksiko di seragamnya, mencerminkan identitas nasionalnya di salah satu panggung terbesar olahraga ini. Menurut akun X ESPN FC, seragam Katia Itzel Garcia tersebut memang dirancang khusus untuk tugasnya di laga ini.
Dalam sejarahnya, FIFA sendiri sudah memulai memberikan tempat kepada wanita sebagai wasit yang memimpin pertandingan. Stephanie Frappart, wasit wanita dari Prancis adalah wanita pertama yang bertugas sebagai wasit utama dalam sejarah Piala Dunia FIFA.
Momen itu terjadi pada Piala Dunia 2022 silam yang digelar di Qatar, tepatnya pada 1 Desember 2022. Dia mencetak sejarah tersebut dengan memimpin pertandingan Grup E antara Kosta Rika dan Jerman.
Dalam beberapa tahun terakhir, FIFA semakin membuka jalan bagi wasit wanita untuk memimpin turnamen besar, dan penunjukan Katia Itzel Garcia merupakan langkah penting lainnya dalam turnamen Piala Dunia.
Ini juga menjadi tonggak penting dalam karier wasit yang bernama lengkap Katia Itzel Garcia Mendoza itu. Memimpin pertandingan di panggung sepak bola terbesar adalah impian setiap wasit, dan Katie Itzel Garcia meraih kehormatan tersebut setelah bertahun-tahun berdedikasi dan menunjukkan performa yang konsisten dan mengesankan di tingkat internasional.
Menurut sejumlah pers serta berbagai komentar di media sosial, wasit kelahiran Meksiko City, Meksiko 1 September 1992 ini menjalankan tugasnya dengan tenang dan percaya diri. Posisi, komunikasi, dan pengambilan keputusannya mencerminkan kualitas seorang wasit elite, membantu memastikan pertandingan berjalan lancar dan adil.
Sebelum menjadi wasit utama, dia lebih dulu bertugas sebagai wasit keempat dalam laga Belanda melawan Jepang, pertandingan pertama Grup F Piala Dunia 2026. Ini bukan pertama kalinya ia membuat terobosan baru. Pada 2024, ia menjadi wanita pertama yang menjadi pengadil pertandingan Liga Meksiko (*).
