Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pemadaman Listrik Bergulir di Karawang, Selain Ganggu Aktivitas Berdampak Omzet Perdagangan Menurun

Karawang : Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Karawang mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi berulang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dinilai mengganggu operasional usaha hingga menyebabkan penurunan omzet.(25/6/26).
Foto ilustrasi

Salah satu pelaku usaha gabungan kafe dan pencucian mobil (car wash), Via, mengaku pemadaman listrik terjadi hingga tiga kali dalam sepekan dengan durasi mencapai tiga hingga empat jam setiap kali kejadian.

“Setiap hari dalam tiga sampai empat jam pasti ada mati listrik. Kadang dari jam 10 pagi sampai jam 1 siang, atau dari jam 1 siang sampai jam 5 sore,” ujarnya.

Ia mengatakan, gangguan listrik yang terjadi pada jam operasional membuat sejumlah layanan tidak dapat berjalan normal sehingga berdampak langsung pada pendapatan usaha.

“Kalau kerugian lumayan. Pendapatan berkurang sekitar 30 sampai 40 persen,” kata Via.

Ia menambahkan, pemadaman yang terjadi berulang membuat aktivitas produksi dan layanan terganggu sehingga usaha tidak bisa beroperasi secara optimal.

“Karena listrik sering padam, banyak proses produksi dan pelayanan yang terhenti. Jadi jelas sangat mengganggu,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Ketua Umum BPC HIPMI Karawang, David. Ia menilai pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Karawang telah menghambat aktivitas dunia usaha, terutama sektor industri dan UMKM.

“Banyak pengusaha yang mengeluh kepada kami. Pemadaman listrik ini sangat mengganggu operasional usaha, terutama bagi sektor industri yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil,” ujarnya.

David menegaskan, listrik merupakan kebutuhan utama dalam kegiatan usaha sehingga setiap gangguan berdampak langsung pada produktivitas dan keuntungan.

“Listrik itu kebutuhan utama. Begitu padam, produksi langsung berhenti. Kerugiannya bisa sangat besar meski hanya satu jam,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pihak terkait memberikan informasi lebih awal jika terjadi pemadaman serta mengatur jadwal yang tidak mengganggu jam produktif pelaku usaha.

“Harapannya ada pemberitahuan dan penjadwalan yang jelas supaya dunia usaha tidak terlalu terdampak,” tambahnya.

Mereka pelaku UMKM di Karawang berharap kondisi pemadaman listrik tidak terus berulang karena dinilai merugikan dan menghambat kegiatan produksi serta layanan usaha sehari-hari.(*)

Hide Ads Show Ads