Permintaan Membludak, Kia Mulai Batasi Pemesanan Van Listrik PV5
Karawang : Van listrik Kia PV5 mencatat permintaan yang melampaui ekspektasi sejak diluncurkan di Eropa dan Korea Selatan, sehingga membuat Kia mulai membatasi alokasi pasokan ke sejumlah pasar internasional karena kapasitas produksi belum mampu memenuhi lonjakan pesanan.
Menurut laporan Electrek, Senin, PV5 hadir dalam beberapa varian, termasuk Passenger untuk penggunaan pribadi dan Cargo yang menyasar kebutuhan bisnis. Tahun ini, kendaraan listrik komersial tersebut mulai dipasarkan di negara-negara baru seperti Jepang, Australia, dan Kanada.
Tingginya minat pasar menjadi tantangan tersendiri bagi Kia. Di Australia, perusahaan menargetkan penjualan sekitar 50 unit PV5 per bulan. Namun, Kia menilai permintaan aktual berpotensi jauh lebih besar jika ketersediaan unit mencukupi.
General Manager Product Planning Kia Australia Roland Rivero mengatakan pasokan menjadi aspek yang harus dikelola secara cermat karena PV5 meraih kesuksesan besar di berbagai pasar, terutama Eropa.
Menurut dia, respons dari jaringan diler maupun pelanggan korporasi menunjukkan potensi penjualan yang lebih tinggi dibandingkan target awal perusahaan.
Di Australia, Kia PV5 Cargo dipasarkan mulai 55.990 dolar Australia atau sekitar Rp697 juta sebelum biaya on-road, menjadikannya salah satu van listrik paling terjangkau di segmennya.
Harga tersebut lebih rendah dibandingkan Ford E-Transit Custom yang dibanderol mulai 77.890 dolar Australia (sekitar Rp969 juta), Volkswagen ID. Buzz Cargo seharga 69.990 dolar Australia (sekitar Rp871 juta), Renault Kangoo E-Tech 61.990 dolar Australia (sekitar Rp771 juta), dan Peugeot E-Partner yang dijual mulai 59.990 dolar Australia (sekitar Rp746 juta).
Chief Executive Officer Kia Australia Dennis Piccoli menyebut sambutan pasar terhadap PV5 sangat positif. Namun, ia mengakui ketersediaan unit di Australia kemungkinan terbatas karena tingginya permintaan di Korea Selatan dan Eropa yang melampaui perkiraan perusahaan.
Di pasar domestiknya, PV5 telah menjadi salah satu kendaraan listrik terlaris Kia. Secara global, model tersebut membukukan penjualan lebih dari 8.100 unit sepanjang tiga bulan pertama 2026.
Sementara itu, di Eropa, PV5 berhasil menguasai sekitar 9 persen pangsa pasar kendaraan listrik komersial ringan atau electric light commercial vehicle (eLCV), menandakan penerimaan pasar yang kuat terhadap model terbaru Kia di segmen kendaraan niaga listrik.
Melihat tren tersebut, Kia optimistis PV5 mampu meraih kesuksesan serupa di berbagai negara lain selama perusahaan dapat menjaga ketersediaan pasokan.
Ekspansi global PV5 menjadi bagian dari strategi agresif Kia di pasar kendaraan listrik. Bulan lalu, perusahaan menyatakan tengah melakukan "serangan penuh" ke pasar Jepang melalui peluncuran PV5 untuk bersaing dengan produsen otomotif lokal seperti Toyota, Honda, dan Nissan.
Sumber: Electrek
