Akibat Kemarau Ribuan Hektar Sawah Belum Ditanami di Kabupaten Karawang
Karawang : Musim kemarau tahun ini membuat ribuan hektare lahan persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, belum bisa ditanami.
Minimnya pasokan air irigasi membuat petani memilih menunda musim tanam daripada mengambil risiko mengalami gagal panen.
Ketua Serikat Tani Karawang, Deden Sofyan, menyebut luas lahan yang sementara tidak digarap mencapai lebih dari 2.000 hektare.
“Musim kemarau benar-benar berdampak terhadap sektor pertanian. Banyak areal sawah menganggur. Para petani harus menunda tanam sampai pasokan air benar-benar aman,” kata Deden di Kabupaten Karawang.
Deden mengatakan, lahan sawah yang tidak ditanami tersebar di sejumlah wilayah Karawang. Di wilayah utara, kondisi tersebut terjadi antara lain di Kecamatan Pakisjaya, Batujaya, Rengasdengklok dan Cibuaya.
Sementara di wilayah selatan, lahan yang belum digarap ditemukan di Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel hingga sebagian wilayah Telukjambe Barat.
Menurut Deden, persoalan kekurangan air sebenarnya bukan hal baru bagi petani Karawang setiap kali musim kemarau tiba.
Sejumlah lahan yang pada musim normal mampu berproduksi terpaksa dibiarkan kosong karena air tidak mencukupi untuk kebutuhan tanaman.
Dia mengatakan, menanam padi tanpa kepastian pasokan air merupakan risiko besar.
Lantaran, biaya harus dikeluarkan sejak tahap pengolahan lahan. Jika setelah ditanam air tidak tersedia, tanaman terancam tidak tumbuh dan petani bisa mengalami kerugian.
“Kalau air tidak ada, kami tidak berani menanam. Takut sudah keluar biaya untuk mengolah sawah, tetapi tanaman akhirnya tidak bisa tumbuh,” ujarnya (*)
