Gempa Dahsyat Goyang Kolombia Tewaskan 111 Orang
Colombia : Kolombia Darurat Nasional Usai Diguncang Gempa Magnitudo 7,4
![]() |
| (Warga mencari korban selamat di tengah puing-puing bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di Pereira, Kolombia, Senin 10 Agustus 2026 (Foto: Jaime Saldarriaga/AFP)) |
Pemerintah Kolombia resmi menetapkan status darurat nasional setelah negara tersebut diguncang gempa bumi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan Laporan BBC News Selasa 11 Agustus 2026, Bencana alam berkekuatan magnitudo 7,4 ini telah merenggut sedikitnya 111 nyawa, sementara tim penyelamat terus berjibaku menyisir puing-puing bangunan yang runtuh di tengah kekhawatiran jumlah korban jiwa yang akan terus bertambah.
Sementara itu laporan dari layanan geologi setempat, pusat gempa berada di kedalaman 103 kilometer di Provinsi Chocó, dekat Desa San José del Palmar, dengan titik koordinat yang memicu guncangan kuat hingga ratusan mil di wilayah barat Kolombia.
Meski pusat gempa berada di wilayah tersebut, Wali Kota San José del Palmar, León Fabio Marín Moncada, menyatakan bahwa secara ajaib tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka di wilayahnya, kendati infrastruktur akses jalan mengalami kerusakan yang cukup parah.
Dampak terparah justru dirasakan di Kota Pereira, yang terletak sekitar 55 kilometer dari pusat gempa di kawasan perkebunan kopi Kolombia. Otoritas setempat mencatat sedikitnya 40 orang meninggal dunia di wilayah metropolitan ini, dengan 65 bangunan runtuh dan 15 di antaranya diyakini masih memerangkap korban di dalam reruntuhan.
Guna memfasilitasi proses evakuasi dan menjaga keamanan, pemerintah setempat memberlakukan jam malam hingga Selasa pukul 05.00 waktu setempat.
Kerusakan masif juga meluas hingga ke Kota Cali, di mana 32 bangunan dilaporkan ambruk. Dan Cutler, seorang pelancong asal London yang sedang berlibur di Cali bersama pasangannya, menceritakan detik-detik mencekam saat gempa menghantam tempat penginapan mereka.
"Saya belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Kami berlari keluar mengenakan piyama. Tidak ada kerusakan struktural besar pada hotel, tetapi ada retakan permukaan di dinding, serta cat dan plester yang mengelupas," ujarnya kepada BBC News.
Korban jiwa dan kerusakan infrastruktur turut dilaporkan terjadi di Manizales, Quibdó, dan Medellin. Di Manizales, sedikitnya dua orang dinyatakan meninggal dunia. Angélica Ávila, seorang tamu hotel di kota tersebut, menuturkan suasana kepanikan massal saat dinding hotel mulai retak.
"Semua orang berteriak... Saya melihat debu mengepul dari bangunan tetangga, dan bata-bata berjatuhan dari dinding," ungkapnya.
Sementara itu, jurnalis dan meteorolog asal Manizales, Luis Felipe Molina, yang berada sekitar 150 kilometer dari pusat gempa, menjelaskan bahwa peraturan bangunan tahan gempa yang ketat di kotanya berhasil mencegah keruntuhan total pada bangunannya. Namun, interior rumahnya berantakan akibat guncangan hebat.
"Saya memiliki 450 buku dan hanya sedikit yang tetap berdiri di rak. Anda bisa mendengar pecahan kaca dan orang-orang berteriak. Itu adalah pengalaman yang mengerikan dan menakutkan," katanya.
Otoritas penerbangan nasional melaporkan adanya kerusakan fasilitas di sejumlah bandara regional, termasuk di Pereira, Manizales, Quibdó, Armenia, Cartago, dan Buenaventura. Di ibu kota Bogota, guncangan terasa cukup kuat hingga membuat pohon serta lampu lalu lintas berayun, meski sejauh ini belum ada laporan kerusakan infrastruktur vital yang serius. Getaran gempa bahkan terasa hingga negara tetangga seperti Venezuela, Ekuador, dan Panama.
(Warga mencari korban selamat di tengah puing-puing bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di Pereira, Kolombia, Senin 10 Agustus 2026 (Foto: Jaime Saldarriaga/AFP))
Menghadapi krisis kemanusiaan ini, Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella, yang baru dilantik pada hari Jumat 7 Agustus lalu, langsung mengambil langkah cepat dengan mendeklarasikan situasi bencana nasional. Kebijakan ini memberikan kewenangan khusus bagi pemerintah untuk segera merealisasikan alokasi anggaran darurat guna mempercepat penanganan pascagempa, di tengah catatan kerusakan yang telah melanda lebih dari 1.500 unit rumah warga.
Dukungan internasional pun mulai mengalir bagi pemerintah dan rakyat Kolombia. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan bahwa negaranya memantau situasi secara dekat dan siap memberikan bantuan yang diperlukan.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan pengerahan satelit Copernicus untuk mendukung operasi penyelamatan, sementara Presiden El Salvador Nayib Bukele turut menyampaikan solidaritas serta menawarkan pengiriman personel dan perlengkapan penyelamatan.
Survei Geologi Amerika Serikat mencatat bahwa sekitar 1,5 juta orang merasakan guncangan mendekati magnitudo tujuh. Meskipun gempa bumi dalam umumnya dinilai lebih tidak berbahaya dibandingkan gempa yang berpusat dekat permukaan bumi, karakteristik pelepasan energinya tetap berpotensi merusak struktur bangunan serta memicu rangkaian gempa susulan yang kuat.(*)


