Headline
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kebutuhan Investasi 2027 Capai Rp8.705 Triliun

Jakarta :  Kebutuhan investasi Indonesia pada 2027 diperkirakan mencapai Rp8.705 triliun. Pemerintah menyebut sebagian besar kebutuhan tersebut harus dipenuhi melalui pembiayaan swasta, termasuk dari pasar modal.
Foto: Wakil Menteri Keuangan Juda Agung
Foto: Wakil Menteri Keuangan Juda Agung

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan nasional, seperti infrastruktur, energi, pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga hilirisasi.

“Dalam APBN 2027, kebutuhan investasi Indonesia diperkirakan mencapai 8.705 triliun rupiah. APBN hanya mampu menjangkau sekitar 459 triliun. Sebagian lagi oleh BUMN termasuk Danantara sebesar 330 triliun rupiah. Sisanya sebagian besar harus berasal dari sumber pembiayaan swasta,”kata Juda dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui kanal YouTube OJK, Senin, 10 Agustus 2026.

Juda menjelaskan, pembiayaan swasta yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp7.973 triliun atau 91 persen dari total kebutuhan investasi. Sumbernya dapat berasal dari perbankan, lembaga pembiayaan lainnya, hingga pasar modal.

Menurut Juda, kondisi tersebut menunjukkan strategisnya peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan swasta. Pasar modal menjadi penghubung antara kebutuhan pembiayaan korporasi dan dana yang berasal dari masyarakat.

“Di sinilah pasar modal memegang peran strategis sebagai sumber pembiayaan swasta. Ia adalah jembatan yang menghubungkan kebutuhan pembiayaan korporasi dengan dana masyarakat. Ia adalah sumber pembiayaan yang efisien, transparan dan berkeadilan,”jelasnya.

Juda menilai pasar modal perlu terus dikembangkan agar semakin dalam, likuid, terpercaya, dan kredibel. Dengan demikian, pasar modal dapat berperan optimal dalam mendukung investasi serta target pertumbuhan ekonomi nasional.(*)
Posting Komentar
Tutup Iklan