Kenali Ciri Kaki Bengkak Karena Ginjal dan Cara Mengatasinya
Karawang : Kaki bengkak setelah berdiri lama atau aktivitas berat adalah hal yang umum. Namun jika pembengkakan terjadi terus-menerus, muncul di kedua kaki, atau disertai keluhan lain, bisa jadi itu merupakan tanda kaki bengkak karena ginjal.
Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah, menjaga keseimbangan cairan, dan mengatur elektrolit dalam tubuh. Ketika fungsinya menurun, kelebihan cairan tidak bisa dikeluarkan dengan baik sehingga menumpuk dan memicu edema.
Melansir dari berbagai sumber, Selasa (28/7/26), ada beberapa ciri yang perlu diwaspadai. Kaki bengkak karena ginjal biasanya terjadi pada kedua kaki sekaligus, terutama di area pergelangan dan tungkai bawah. Hal ini terjadi karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan dan garam secara optimal. Kulit pada area yang bengkak juga bisa tampak mengilap, terasa kencang, dan sulit dilipat karena jaringan meregang akibat penumpukan cairan.
Jika ditekan, bekas cekungan tidak langsung kembali seperti semula. Kondisi ini disebut pitting edema dan sering dikaitkan dengan gangguan fungsi ginjal.
Tak hanya itu, kaki terasa lebih berat dan tidak nyaman saat berjalan atau berdiri lama. Pada sebagian orang, pembengkakan juga disertai gatal-gatal. Ini bisa terjadi akibat uremic pruritus, yaitu penumpukan zat sisa metabolisme dalam darah ketika ginjal tidak bekerja optimal.
Penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan gangguan ginjal. Langkah awal yang sering disarankan dokter adalah membatasi asupan garam karena garam membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Pola makan rendah garam membantu mengurangi penumpukan cairan.
Saat beristirahat, mengangkat kaki dengan bantal juga dapat membantu melancarkan aliran cairan kembali ke pembuluh darah sehingga pembengkakan berkurang. Asupan protein dan gula juga perlu dibatasi, terutama pada penderita gangguan ginjal akibat diabetes. Protein berlebih meningkatkan beban kerja ginjal, sementara gula harus dikontrol agar kondisi tidak semakin parah. Jumlah yang tepat sebaiknya sesuai anjuran dokter.
Penggunaan stoking kompresi bisa membantu melancarkan aliran darah dan mencegah penumpukan cairan di tungkai, tetapi penggunaannya harus sesuai rekomendasi medis. Untuk mengeluarkan kelebihan cairan, dokter umumnya meresepkan obat diuretik atau peluruh kencing, ditambah obat lain untuk menangani penyakit ginjal yang menjadi penyebab utama.
Pada kasus yang sudah berat, tindakan dialisis atau cuci darah mungkin diperlukan. Prosedur ini membantu menggantikan sebagian fungsi ginjal dalam menyaring darah dan membuang kelebihan cairan, zat sisa, serta racun dari tubuh.
Karena kaki bengkak bisa menjadi tanda awal masalah ginjal, penting untuk tidak mengabaikan jika pembengkakan terjadi berulang dan disertai gejala lain. Pemeriksaan ke dokter diperlukan agar penyebabnya bisa diketahui dan ditangani sejak dini.(*)
