Terbaru Hasil Evakuasi KMP Mutiara Sentosa II, 234 Korban Dievakuasi
Jatim: Operasi penyelamatan maritim intensif terus dilakukan menyusul insiden kebakaran yang menimpa KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Jawa Timur. Hingga Senin 3 Agustus 2026 dini hari, otoritas SAR gabungan mengonfirmasi total 234 penumpang berhasil dievakuasi dari area musibah, dengan rincian 229 orang selamat dan lima orang dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator, Nanang Sigit PH pada laman resminya, menjelaskan bahwa proses pendaratan korban terbagi di dua titik utama.
Sebanyak 113 korban tiba melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sementara sembilan korban lainnya merapat di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, menggunakan armada KN SAR 249 Permadi. Ratusan penyintas yang tiba di Surabaya sebelumnya diangkut menggunakan KM Meratus Pematang Siantar.
Setibanya di dermaga, protokol kesehatan ketat langsung diterapkan. Tim medis melaksanakan prosedur triase guna mengidentifikasi tingkat keparahan cedera, mulai dari luka ringan hingga kondisi yang menuntut intervensi medis lanjutan.
Korban yang memerlukan perawatan intensif segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat, termasuk RS Garam Sumenep bagi empat korban yang tiba di Kalianget.
Para penyintas kemudian diarahkan menuju Gedung Gapura Surya Nusantara di Pelabuhan Tanjung Perak untuk menjalani proses registrasi dan pendataan terpadu. Guna mengantisipasi kebutuhan identifikasi serta pendampingan psikososial, posko Disaster Victim Identification (DVI) dan posko Ante Mortem turut disiagakan di lokasi.
Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Nanang mengungkapkan bahwa sejumlah armada laut, meliputi KM Ferindo 1, Selaras Mas, dan KRI Nala-363, saat ini masih dalam perjalanan menuju Surabaya dengan membawa tambahan korban evakuasi.
Menanggapi insiden tersebut, sebelumnya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap manajemen operator kapal.
Kebijakan evaluasi menyeluruh akan segera dirumuskan setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyelesaikan investigasi komprehensif mengenai akar permasalahan kebakaran ini.
"Kami akan melakukan evaluasi mendalam, namun prioritas utama saat ini adalah menunggu hasil investigasi resmi dari KNKT. Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga sekaligus bahan evaluasi bagi perusahaan terkait," ujar Dudy saat ditemui di Surabaya, Senin 3 Agustus dini hari.
Kementerian Perhubungan juga tengah memfokuskan perhatian pada validasi data manifes penumpang. Diskrepansi antara jumlah manifes resmi dan kondisi aktual di lapangan kerap terjadi akibat beberapa faktor, seperti penumpang yang membatalkan keberangkatan tanpa memperbarui data, serta ditemukannya lima anak yang belum tercatat secara administratif.
Pemerintah menegaskan bahwa ketelitian dalam pencatatan manifes merupakan aspek krusial dalam dunia pelayaran. Langkah ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan hak-hak korban saat terjadi keadaan darurat, tetapi juga untuk memastikan ketersediaan sarana keselamatan yang memadai bagi seluruh golongan penumpang di atas kapal.(*)
