Belanja Rp9 Triliun, Wajah Baru Lini Tengah City
Inggris: Manchester City resmi menuntaskan perombakan skuad terbesar mereka dengan total belanja mencapai £458 juta ( Rp9,5 triliun), yang sekaligus mencetak rekor baru di Liga Premier untuk jendela transfer musim panas
Di bawah komando manajer anyar Enzo Maresca yang menggantikan Pep Guardiola klub mendapat dukungan penuh dari Direktur Sepak Bola Hugo Viana. Rekor transfer klub bahkan terpecahkan dua kali dalam satu musim panas ini.
Sebagian besar dana tersebut terserap untuk mendatangkan trio gelandang baru. City menggelontorkan rekor gabungan Inggris sebesar £125 juta (Rp2,6 triliun) untuk mantan kapten Chelsea, Enzo Fernandez, serta merekrut Elliot Anderson dari Nottingham Forest senilai £116 juta (Rp2,4 triliun).
Selain itu, gelandang muda asal Maroko berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi, diboyong dengan harga £86 juta (Rp1,78 triliun).
Kepindahan sejumlah pemain penting seperti kapten Bernardo Silva, peraih Ballon d’Or 2024 Rodri, Tijjani Reijnders, dan Nico Gonzalez membuat lini tengah City bertransformasi total.
Sumber internal klub menyatakan kepuasan luar biasa atas kinerja manajemen, tidak hanya dalam beberapa bulan terakhir tetapi juga sejak jendela transfer Januari lalu, ketika rencana mendatangkan target jangka panjang Antoine Semenyo dan Marc Guehi dipercepat.
Rekonstruksi tim yang menjuarai Liga Champions 2023 ini sejatinya telah dimulai sejak Januari 2025. Saat ini, hanya tersisa empat pemain dari skuad utama yang tampil saat mengalahkan Inter Milan di Istanbul.
Maresca kini memiliki keunggulan kemewahan dua pemain mapan di hampir setiap posisi, yang diyakini membuat skuad musim ini jauh lebih kuat dibandingkan awal musim lalu.
Kendati demikian, sejumlah tanda tanya besar mengemuka. Bagaimana formula perpaduan para gelandang baru ini di atas lapangan? Dan di balik dana besar yang digelontorkan, apakah City justru mengabaikan kebutuhan akan pelapis sepadan bagi Erling Haaland?
Strategi Penjualan Cerdas dan Keseimbangan Finansial
Meski angka belanja City kerap menjadi sorotan utama, kemampuan klub mendagangkan pemain pinggiran sering kali luput dari perhatian. Dalam periode yang sama, City sukses meraup pemasukan sebesar £334 juta (Rp6,94 triliun) dari penjualan pemain.
Angka ini mencakup £75 juta (Rp1,56 triliun) dari penjualan Savinho yang hanya mencetak dua gol Liga Premier selama berseragam City serta £65 juta ( Rp1,35 triliun) untuk Rodri dan £52 juta (Rp1,08 triliun) untuk Reijnders.
Dengan catatan tersebut, City membukukan pengeluaran bersih (net spend) sebesar £208 juta (Rp4,32 triliun) pada 2026.
Angka ini bahkan akan semakin berkurang berkat kewajiban Tottenham Hotspur mempermanenkan Omar Marmoush senilai £60 juta (Rp1,24 triliun) pada akhir masa peminjamannya musim depan.
Maresca sukses menerapkan kebijakan one-out, one-in (satu keluar, satu masuk), menggantikan hampir seluruh pemain yang hengkang kecuali Nico Gonzalez dan Marmoush.
Berlimpahnya stok pemain di posisi bek kiri membuat Nico O'Reilly diproyeksikan lebih sering mengisi pos gelandang murninya guna menambal kepergian Gonzalez.
Klub meyakini bahwa rekor harga Fernandez sangat sepadan dengan statusnya sebagai pemenang di level tertinggi. Sementara itu, Anderson merupakan target utama di musim panas, dan Bouaddi dipandang sebagai investasi jangka panjang berkelas dunia.
Memulai musim dengan dua kemenangan beruntun di Liga Premier, Maresca kini dihadapkan pada dilema pemilihan pemain akibat melimpahnya opsi berkualitas di dalam skuad.
Fleksibilitas dan Peran Baru di Lini Tengah
Fernandez, Bouaddi, dan Anderson merupakan tipe pemain yang fasih mengisi berbagai posisi dalam sistem racikan Maresca. Sepanjang musim ini, Maresca kerap berganti antara formasi box (kotak) dan diamond (wajik) di lini tengah. Perbedaan utamanya terletak pada penggunaan dua gelandang bertahan dalam formasi kotak, atau satu gelandang bertahan tunggal dalam formasi wajik.
Saat menghadapi Bournemouth, Marc Guehi berpasangan dengan Anderson sebagai jangkar lini tengah. O'Reilly yang berperan sebagai gelandang serang sisi kiri didukung oleh bek kanan Rico Lewis yang bergerak ke lini tengah membentuk struktur kotak.
Sementara ketika melawan Crystal Palace, bek kiri Josko Gvardiol dan O'Reilly mengapit gelandang nomor 10 Rayan Cherki, berdiri di depan Anderson dalam balutan formasi wajik.
Penunjukan Anderson sebagai jangkar mengindikasikan bahwa Maresca memandangnya sebagai pewaris jangka panjang peran Rodri. Di sisi lain, meski memuji kualitas Bouaddi, Maresca tetap menyadari usia sang pemain yang masih muda, sehingga ia diproyeksikan bertindak sebagai pelapis Anderson.
Rotasi cair juga diperlihatkan oleh Mateo Kovacic. Sempat menjadi pilihan utama di pramusim, gelandang asal Kroasia itu kini harus turun ke posisi yang lebih dalam untuk menjemput bola, sementara Bouaddi mengisi ruang yang ditinggalkannya di area yang lebih tinggi. Fleksibilitas pergerakan semacam inilah yang ingin terus diasah oleh Maresca dari para gelandang City.
Teka-Teki Lini Depan
Di balik optimisme lini tengah, sebuah celah menganga tampak pada ketiadaan pelapis murni untuk Erling Haaland. Penyerang berusia 26 tahun tersebut merupakan nyawa permainan tim, keluar sebagai pencetak gol terbanyak Liga Premier musim lalu dengan 27 gol, dan langsung menggebrak lewat dua gol dari dua laga awal musim ini.
Namun, ketika Haaland harus absen, opsi alternatif City menjadi terbatas. Marmoush memilih pindah ke Tottenham demi menit bermain reguler, sementara penyerang muda Divin Mubama dipinjamkan ke Southampton.
City percaya fleksibilitas pemain yang ada sudah cukup tanpa harus mendatangkan pengganti langsung Marmoush. Antoine Semenyo, yang biasa beroperasi di sisi kanan, kerap dicoba sebagai penyerang tengah dalam beberapa laga piala musim lalu. Rekrutan jelang penutupan bursa, Ndiaye, turut menambah kedalaman skuad berkat pengalaman dan versatilitasnya di level Liga Premier.
Kendati demikian, dari deretan opsi penyerang dan gelandang serang yang ada, baru Semenyo yang konsisten mencetak dua digit gol di Liga Premier dalam beberapa musim terakhir.
Pemain seperti Cherki, Jeremy Doku, dan Ndiaye belum pernah menyentuh catatan tersebut. Phil Foden sebenarnya memiliki kapasitas mumpuni terbukti dengan torehan 19 gol pada musim 2023-2024 namun ia sempat berjuang menemukan konsistensi performa dalam dua musim terakhir.
Apabila para pemain lini serang pendukung gagal meningkatkan ketajaman mereka, masalah kebugaran atau istirahat bagi Haaland dapat menjadi titik rawan yang patut diwaspadai oleh Manchester City sepanjang musim ini.(*)

