Iran Sampaikan Syarat untuk Hidupkan Kembali Diplomasi dengan AS
New York : Iran mengatakan telah menyampaikan sejumlah syarat untuk menghidupkan kembali diplomasi dengan Amerika Serikat. Syarat tersebut disampaikan dalam pertukaran pesan dan klarifikasi selama dua jam di New York yang dimediasi Qatar.
![]() |
| Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei (Foto: X - Foreign Ministry, Islamic Republic of Iran) |
Melansir dari Anadolu, pertukaran pesan tersebut berlangsung pada Selasa, 22 September 2026 di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan komunikasi tersebut merupakan kelanjutan dari pembicaraan yang sebelumnya dimediasi sejumlah negara.
Baghaei mengatakan Iran menggunakan proses tersebut untuk menyampaikan posisi dan syaratnya dalam menghidupkan kembali diplomasi dengan AS. Menurutnya, posisi Iran disampaikan secara jelas tanpa menyisakan keraguan atau ambiguitas.
Salah satu tuntutan Teheran adalah penghentian tindakan yang disebut Iran sebagai agresi AS. Tuntutan tersebut mencakup penghentian blokade angkatan laut dan apa yang disebut Iran sebagai “terorisme ekonomi”.
Iran juga meminta penghentian perang di semua lini serta pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan atau dibatasi. Selain itu, Teheran menuntut adanya jalur pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz.
Jalur pelayaran tersebut mengacu pada pengaturan yang disepakati antara Iran dan Oman sebagai dua negara pesisir Selat Hormuz. Iran menilai jaminan keamanan pelayaran menjadi salah satu syarat dalam upaya menghidupkan kembali diplomasi dengan Washington.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pejabatnya telah melakukan pembicaraan dengan perwakilan delegasi Iran di New York. Trump menyebut pembicaraan tersebut berlangsung sekitar tiga jam dan berjalan “sangat baik”.
Televisi pemerintah Iran juga melaporkan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi bertemu dengan utusan khusus Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Pertemuan tersebut disebut berlangsung atas permintaan berulang dari para pejabat AS.(*)
