Sempat Terlihat, Badan Geologi Ingatkan Bahaya Sinar Api di Gunung Papandayan
Bandung : Fenomena blue fire atau sinar api yang sempat terlihat di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, perlu diwaspadai oleh masyarakat maupun wisatawan. Badan Geologi mengingatkan adanya potensi paparan gas vulkanik beracun hingga letusan yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan kemunculan blue fire punya kaitan dengan pelepasan panas vulkanik yang sangat tinggi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan material di sekitar permukaan terbakar.
"Potensi bahaya yang dapat terjadi dengan kemunculan sinar api/blue-fire ini adalah semburan dan paparan gas vulkanik beracun/di atas ambang batas," ujar Lana, Minggu 27 September 2026.
Menyikapi fenomena tersebut, Badan Geologi meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas maupun bermalam di kawasan bukaan kawah aktif dalam kompleks Gunung Papandayan. Wilayah yang dimaksud meliputi Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, serta Kawah Manuk atau Balagadama.
Masyarakat diminta menjaga jarak dari lokasi tersebut. Jarak aman disebut sedikitnya 500 meter dari kawasan tersebut.
Selain itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika kondisi cuaca mendung maupun saat hujan. Konsentrasi gas beracun di kawasan gunung api juga dapat meningkat secara tiba-tiba.
Lana juga mengingatkan adanya kemungkinan letusan tanpa didahului tanda-tanda vulkanik yang jelas. Potensi longsor pada dinding kawah di kompleks Gunung Papandayan juga perlu diantisipasi.
"Mewaspadai terjadinya letusan yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas. Dan mewaspadai potensi longsor di dinding kawah kompleks Gunung Papandayan," katanya.
Sementara itu, hasil pemantauan hingga Sabtu 26 September 2026, sinar api di Kawah Manuk sudah tidak kembali terlihat. Meski demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap melakukan pemantauan secara intensif selama 24 jam.(*)
