Ahmad Sahroni Puji Rotasi 88 Pejabat Polri Kapolri Suyudi: Sangat-sangat Baik, Tapi Jangan Viral Dulu Baru Diperhatikan
JAKARTA -Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai rotasi 88 pejabat Polri yang dilakukan Kapolri baru, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, sebagai langkah penyegaran organisasi yang sangat positif.
Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut harus diiringi pengawasan internal yang konsisten untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Rotasi ala kepemimpinan Jenderal Suyudi sangat-sangat baik,” kata Sahroni saat dihubungi di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Menurut Sahroni, pergantian pejabat di tingkat pusat hingga daerah diperlukan untuk memperkuat kinerja institusi kepolisian sekaligus mendukung semangat _“Polisi Bersama Masyarakat”_ yang diusung Kapolri baru.
Meski memuji, Sahroni menekankan pelayanan kepolisian tidak seharusnya baru mendapat perhatian setelah suatu persoalan menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.
“Tidak boleh viral dulu baru dapat perhatian,” tegas Sahroni.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung tancap gas melakukan mutasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri sehari setelah dilantik.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Mutasi tahap pertama itu mencakup jabatan strategis di Mabes Polri hingga kewilayahan. Beberapa jabatan yang masuk dalam rotasi tersebut antara lain Kabareskrim, Kabaintelkam, Irwasum, Kabaharkam, Asisten Utama Kapolri bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena), serta sejumlah kepala kepolisian daerah (Kapolda), termasuk di Pulau Jawa.
Selanjutnya, pada 10 Oktober 2026, Suyudi kembali menerbitkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 yang memuat mutasi terhadap 199 personel Polri, terdiri atas perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen).
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan rotasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis, di antaranya Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Polri, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, serta Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Kalimantan Utara, dan Kapolda Lampung.
Rotasi besar-besaran ini menjadi sinyal kuat penyegaran di tubuh Polri di bawah kepemimpinan Suyudi Ario Seto. Publik kini menanti apakah pengawasan internal dan evaluasi kinerja akan berjalan beriringan agar penyegaran organisasi benar-benar berdampak pada peningkatan profesionalisme.(*)
