Bupati Sumedang Tegaskan Jangan Langsung Tolak Pilkades Digital, Coba Dulu Lewat Simulasi
Sumedang : Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menginstruksikan seluruh pemerintah desa dan panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) untuk mematangkan persiapan pelaksanaan Pilkades serentak berbasis digital.(22/10/26).
Sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat menjadi perhatian utama agar proses pemilihan berjalan lancar.
“Saya minta seluruh aparat desa, kecamatan, BPD, RT/RW, dan panitia betul-betul bekerja keras menyiapkan secara matang, terutama sosialisasi dan simulasi,” kata Bupati Dony usai Salat Subuh berjamaah di Masjid Al Barokah, Desa Citimun, Kecamatan Cimalaka, Selasa, 20 Oktober 2026.
Kecamatan Cimalaka dijadwalkan menggelar Pilkades serentak berbasis digital di delapan desa. Untuk menyukseskan pelaksanaannya, Dony meminta seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), RT/RW hingga panitia penyelenggara, memperkuat koordinasi dan memastikan warga memahami tata cara pemilihan dengan sistem baru tersebut.
Menurut Dony, penerapan teknologi dalam proses pemilihan mungkin menimbulkan keraguan bagi sebagian masyarakat pada tahap awal. Meski demikian, kekhawatiran tersebut diharapkan dapat diatasi melalui penjelasan yang mudah dipahami serta simulasi yang memberikan kesempatan kepada warga untuk mencoba langsung mekanisme pemungutan suara.
Ia menjelaskan, pemungutan suara menggunakan sistem digital diperkirakan hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit. Pemilih cukup memindai kode batang atau barcode, kemudian suara akan tercatat dalam sistem dan hasilnya dapat direkapitulasi secara digital.
“Kalau ada sesuatu yang baru, jangan langsung menolak. Setelah dipelajari dan jalani, biasanya menjadi hal yang biasa. Karena itu, masyarakat perlu diberikan pemahaman dan kesempatan untuk mencoba melalui simulasi,” ujarnya.
Selain mempermudah proses pemungutan suara, penggunaan sistem digital diharapkan dapat mempercepat penghitungan hasil Pilkades. Dengan mekanisme tersebut, rekapitulasi suara dapat dilakukan secara langsung sehingga prosesnya tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penghitungan manual satu per satu.
Dony berharap persiapan yang optimal dapat mendukung pelaksanaan Pilkades digital yang aman, tertib, jujur, dan adil, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan.
Menurutnya, digitalisasi Pilkades juga menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memperluas penerapan teknologi pada tata kelola pemerintahan. Upaya tersebut sejalan dengan pengembangan sistem e-office hingga ke tingkat desa.
Dony pun mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk berperan aktif menyukseskan pesta demokrasi di tingkat desa. Ia menilai sosialisasi secara luas, simulasi berulang, dan kolaborasi antarpihak menjadi faktor penting agar sistem pemilihan digital dapat diterapkan dengan baik serta diterima masyarakat.
Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan Pilkades digital diharapkan tidak hanya memudahkan proses pemungutan dan penghitungan suara, tetapi juga menjadi langkah lanjutan dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih modern di Kabupaten Sumedang.(Red)
