Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Daya Beli Warga Turun! KCP Mall Karawang Akui Pengunjung Tetap Datang Tapi Belanja Menyusut

KARAWANG: KCP Mall Karawang terus melakukan pembenahan dan menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus kepuasan pengunjung di tengah perubahan perilaku masyarakat dalam berbelanja.

KCP Mall Karawang Bakal Dirombak Total Hingga 2030, Fokus Jadi Wisata Kuliner

Marcomm Manager KCP Mall, Fandy Aditya mengatakan, secara umum aktivitas di KCP Mall masih berjalan dengan baik. Sejumlah pembenahan dilakukan, termasuk penataan beberapa area dan penyesuaian tenant.

"Secara umum KCP hari ini cukup berjalan baik. Kami sedang merapikan beberapa area, nanti ada beberapa tenant baru, meskipun ada juga tenant yang keluar," ujar Fandy, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, keberadaan tenant baru serta berbagai kegiatan atau event menjadi bagian dari upaya KCP Mall menghadirkan sesuatu yang berbeda bagi masyarakat Karawang.

Fandy menjelaskan, sejumlah event yang digelar KCP Mall juga merupakan program dari pusat sehingga pihak manajemen di daerah tidak sepenuhnya dapat melakukan intervensi terhadap konsep maupun pelaksanaannya.

"Kalau event yang datang dari pusat, mereka sudah punya aturan main sendiri. Makanya ke depan kami coba atur lagi, kalau masih ada kesempatan untuk kolaborasi, nanti kami akan ajak teman-teman semua," katanya.

Fandy mengakui, secara teknis kondisi pusat perbelanjaan memang mengalami pasang surut. Salah satu periode penurunan traffic terjadi setelah momentum Lebaran.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di KCP Mall, tetapi juga menjadi tantangan yang dihadapi pusat perbelanjaan lainnya.

"Kita lihat traffic memang ada momen-momen kemarin agak turun, khususnya setelah Lebaran. Tapi kalau kita lihat, orangnya masih datang," ungkapnya.

Perubahan yang lebih terasa, kata Fandy, justru berada pada kemampuan atau besaran uang yang dibelanjakan pengunjung.

"Kasarnya, kalau 10 orang masih datang, dulu 10 orang ini membawa uang sejuta, hari ini mungkin mereka membawa Rp500 ribu sampai Rp750 ribu. Jadi pergerakan orangnya masih berjalan, tetapi daya belinya yang berubah," jelas Fandy.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari situasi ekonomi dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin berhitung dalam mengeluarkan uang.

Untuk menjawab tantangan tersebut, KCP Mall menyiapkan sejumlah perubahan secara bertahap hingga tahun 2028 bahkan 2030, mulai dari pembenahan lobi utara dengan pintu sliding, perubahan layout, hingga fisik bangunan.

"Kami hari ini sedang membangun banyak tempat untuk menjadi wisata kuliner," kata Fandy.

Sebelumnya, KCP Mall juga telah menggelar Festival Kuliner Bangkok. Ke depan, sejumlah kegiatan baru kembali disiapkan seperti kuliner, pasar malam hingga wahana salju pada akhir tahun.

Fandy menilai, konsep tersebut menjadi penting di tengah perubahan pola konsumsi. Produk fashion masih bisa dibeli online, tapi kuliner dan tempat berkumpul menawarkan pengalaman yang tidak bisa digantikan digital.

"Kalau beli baju atau barang lain yang sifatnya bukan kebutuhan sehari-hari, orang masih bisa membeli secara online. Tapi kalau kuliner dan tempat berkumpul, ada pengalaman yang memang tidak bisa sepenuhnya digantikan online," jelasnya.

Pendapat masyarakat luas terkonpormsi sebutkan::

Ini jujur-jujuran yang paling masuk akal dari pengelola mall di Karawang! Fandy dari KCP ngaku apa adanya: orangnya masih datang, tapi duit yang dibelanjakannya menyusut dari Rp1 juta jadi Rp500 ribu!

Ini bukan cuma masalah KCP. Ini potret ekonomi Karawang hari ini. Kawasan industri tambah banyak, investasi masuk terus, tapi daya beli warga justru seret. Habis Lebaran, dompet tipis semua.

Kalau 10 orang masuk mall tapi belanjanya cuma setengah, artinya warga Karawang sekarang lebih mikir: "Makan dulu atau beli baju dulu?" Kuliner masih laku, karena lapar tidak bisa ditunda. Baju baru? Bisa nanti, bisa Shopee dulu.

Tercatat 3 hal keras untuk transformasi KCP sampai 2030 ini:

1. Jangan cuma benahi lobi, benahi harga sewa tenant! Banyak tenant lokal Karawang menjerit sewa mall mahal, ujung-ujungnya tutup 6 bulan. Kalau mau jadi wisata kuliner, kasih ruang untuk UMKM Karawang yang jualan sate, soto, pepes, bukan cuma brand Jakarta yang harganya selangit. Warga Karawang butuh tempat nongkrong yang murah meriah.

2. Event pusat jangan matikan event lokal! Fandy bilang event dari pusat sudah punya aturan main sendiri. Ini yang sering bikin komunitas Karawang kecewa. Event Bangkok, event salju bagus, tapi kapan event Jaipong Karawang, event band lokal, event komunitas motor Karawang diberi panggung utama di atrium? Kolaborasi dengan media dan komunitas lokal itu kuncinya, jangan cuma formalitas.

3. Mall bukan saingan online, mall adalah pengalaman. Kalimat Fandy ini paling benar. Orang tidak ke mall cuma mau beli baju, tapi mau ngadem, mau foto-foto, mau ngajak anak main, mau pacaran. KCP harus perbanyak tempat duduk gratis, playground anak murah, dan spot foto Instagramable yang tidak harus bayar. Kalau semua dikomersilkan, warga mending di rumah AC-an sambil scroll TikTok.

Karawang butuh mall yang jadi ruang hidup warga, bukan cuma tempat transaksi. Kalau transformasi sampai 2030 ini konsisten, KCP bisa selamat. Tapi kalau cuma ganti pintu sliding dan cat baru, tanpa baca kantong warga yang makin tipis, ya sama saja.

Kita tunggu gebrakan wisata kuliner dan pasar malamnya, Kang Fandy. Warga Karawang sudah kangen jajan sambil nongkrong tanpa bikin dompet jebol.((red).

Hide Ads Show Ads