Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Diuji Polisi Soal Motor Bodong, Jawaban Jujur Guru Honorer Ini Berujung Tangis Sujud Syukur

Lamongan, Pelita Karawang - Kejujuran adalah mata uang yang tak pernah turun nilainya. Pepatah itu terbukti pada sosok seorang guru honorer di pelosok Lamongan.
Gaji 300 Ribu, Jarak Mengajar Jauh, Kejujuran Guru Ngaji Ini Berbuah Motor Baru dari Polisi

Dengan gaji hanya Rp 300 ribu per bulan, ia setiap hari harus menempuh jarak jauh untuk mengajar mengaji anak-anak. Motor satu-satunya yang ia miliki pun sudah rusak parah, namun ia tetap berangkat karena tanggung jawabnya sebagai guru.

Gaji 300 Ribu, Jarak Mengajar Jauh, Kejujuran Guru Ngaji Ini Berbuah Motor Baru dari Polisi

Kisah inspiratif itu terekam dalam sebuah video yang viral. Terlihat seorang anggota Polisi dari Polres Lamongan, yang diketahui dari mobil rescue bertuliskan "Sharing Happiness - Yayasan Berkah Bersinar Abadi", mendatangi rumah sederhana guru tersebut yang berdinding kayu.

Awalnya, polisi itu melakukan sebuah ujian kejujuran.

"Beli sepeda motor tanpa surat kayak apa? Pernah nggak punya salah? Nggak punya Pak," tanya polisi.

Dengan wajah tegang, guru yang mengenakan kaos hitam, sarung oranye dan peci hitam itu menjawab jujur. Ia bersumpah tidak pernah membeli motor bodong.
Gaji 300 Ribu, Jarak Mengajar Jauh, Kejujuran Guru Ngaji Ini Berbuah Motor Baru dari Polisi

"Benar? Kalau nanti saya membuktikan ada orang yang pernah jual sepeda motor bekas tanpa surat sama sampean kayak apa? Ngomong sama polisi loh ya, dipertanggungjawabkan loh ya," desak polisi lagi.

Meski terlihat takut, ia tetap teguh. "Iya Pak, meskipun saya orang nggak punya tapi kalau misalkan motor itu nggak benar dan pernah sampean beli, berani tanggung jawab. Berani Pak," jawabnya.

Polisi terus menggali, "Kenapa sampean beli sepeda motor kok selalu yang rusak-rusak?" Dengan lirih ia menjawab, "Gimana lagi Pak, punyanya duitnya seperti itu. Yang penting suratnya lengkap Pak."

Setelah yakin akan kejujurannya, suasana pun berubah 180 derajat. Polisi itu tersenyum dan menunjukkan sebuah sepeda motor trail yang terparkir di dalam mobil rescue.

"Sampean pernah beli motor kayak gitu ndak? Pernah. Kalau sampean tak kasih ini jadi punyanya sampean senang nggak?" tanya polisi.

Spontan wajah guru itu berubah kaget dan bahagia. "Ya Alhamdulillah Pak. Rezekinya sampean," ucapnya tak percaya.

"Wes ini haknya sampean ini rezekinya sampean. Allah yang ngasih buat sampean," kata polisi sambil menyerahkan kunci dan STNK.

Tak kuasa menahan haru, guru tersebut langsung sujud syukur di tanah becek di samping mobil. Air matanya pecah. Ia menangis terharu di hadapan polisi yang kemudian memeluknya dengan erat.

"Terharu saja Pak, saya ndak nyangka seperti ini. Nggak nyangka kalau ada seperti ini," isaknya sambil memeluk sang polisi.

Motor baru itu bukan sekadar kendaraan. Itu adalah jawaban atas kelelahan, kesabaran, dan kejujurannya selama ini mengabdi sebagai guru dengan gaji tak seberapa. Allah tidak tidur. Ketika hamba-Nya menjaga kejujuran dan tanggung jawab, Allah kirimkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka melalui tangan orang lain.
Allah Ganti Lelahnya Dengan Hadiah Tak Terduga, Kisah Guru Honorer Diberi Motor Oleh Polisi Lamongan

Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa sekecil apapun gaji, jika dijalani dengan ikhlas dan jujur, keberkahannya akan melampaui nilai nominalnya.

Pelajaran dari kisah ini:
1. Kejujuran adalah investasi terbaik.
2. Pengabdian tulus seorang guru tak akan pernah sia-sia.
3. Rezeki tak terduga datang kepada mereka yang menjaga integritas.

Semoga kisah guru honorer Lamongan ini menginspirasi kita untuk tetap jujur dalam kondisi sesulit apapun.(*)

Hide Ads Show Ads