Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Dua Bakal Calon Kades di Karawang Gugur! Tak Hadir dan Mundur Saat Tes CAT Pilkades Serentak

KARAWANG: Dua orang bakal calon kepala desa (cakades) di Kabupaten Karawang dinyatakan gugur dalam tahapan seleksi Kepala Desa (Pilkades) serentak.
2 Bakal Calon Kades di Karawang Gugur! Tak Hadir dan Mundur Saat Tes CAT Pilkades Serentak

Kedua bakal calon tersebut gugur karena satu orang tidak hadir tanpa keterangan dan satu orang lainnya mengundurkan diri saat pelaksanaan tes Computer Assisted Test (CAT).

Tes CAT tersebut digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bekerja sama dengan akademisi Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) sebagai panitia pelaksana.

Pelaksanaan tes berlangsung di Kampus 2 Unsika, Jalan Tanjung Pura, Karawang Timur, pada Jumat (9/10/2026). Terpantau sebanyak 209 bakal cakades mengikuti ujian tersebut.

Tes CAT ini merupakan bagian dari digitalisasi Pilkades serentak yang akan digelar di 67 desa se-Kabupaten Karawang.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda), dan para kepala dinas meninjau langsung pelaksanaan ujian yang dibagi ke dalam enam ruangan.

Aep menegaskan pentingnya sportivitas dan menjaga kondusivitas selama proses Pilkades berlangsung.

"Siap bertanding, ya harus siap menang dan siap kalah. Jangan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dan kita harus bersama-sama menjaga kondusivitas di desa masing-masing," ujar Aep.

Aep juga menjamin transparansi dan netralitas pemerintah daerah selama proses seleksi.

"Walaupun banyak isu, insya Allah saya tegak lurus. Murni ini fasilitas terbaik yang kami berikan untuk masyarakat," tegasnya.

Dalam ujian berbasis CAT ini, seluruh peserta mengerjakan 100 butir soal dalam waktu 90 menit. Untuk menjaga keadilan, seluruh ruangan disegel sebelum tes dimulai dan sistem soal diacak.

"Soal semuanya sama, tidak ada yang dibeda-bedakan atau dipersulit untuk peserta tertentu. Hanya saja nomor urut soalnya diacak oleh sistem. Jadi transparansi sangat terjaga," tambah Aep.

Kepala DPMD Kabupaten Karawang, Muhamad Syaefulloh, menjelaskan dari total 211 bakal cakades, yang mengikuti tes CAT sebanyak 209 orang.

"Secara otomatis yang tidak ikut CAT gugur. Kita bekerjasama dengan akademisi di Unsika. Jadi semua tanggung jawab itu Unsika, kita hanya menyerahkan sampai dengan hasilnya keluar," kata Syaefulloh.

Ia menambahkan, tes CAT ini dilakukan sesuai instruksi pimpinan untuk digitalisasi Pilkades dan juga amanat Perda tentang Desa di Karawang Nomor 13 Tahun 2023.

"Hasilnya nanti bagi cakades yang di bawah lima otomatis lulus, tapi calonnya lebih dari lima nanti ada perhitungan-perhitungan khusus oleh panitia, mulai dari hasil tes ini, administrasi seperti jenjang pendidikan hingga usia," pungkasnya.

Adapun desa dengan bakal calon lebih dari lima di antaranya Desa Duren Kecamatan Klari dengan 9 calon, Desa Muarabaru Kecamatan Cilamaya Wetan dengan 7 calon, dan Desa Kalihurip Kecamatan Cikampek dengan 9 calon.

Ini baru Pilkades yang benar! Tes CAT di kampus, soal diacak sistem, ruangan disegel, Bupati turun langsung. Tidak ada lagi cerita bocoran soal di warung kopi!

Dua calon gugur karena tidak hadir dan mundur - ini bukti seleksi bekerja. Kalau tidak serius ikut tes, otomatis gugur. Tidak ada toleransi.

Tapi ada catat keras 3 hal kata publik

1. Transparansi jangan cuma di tes, tapi sampai ke desa! Tes CAT sudah jujur di Unsika, tapi yang rawan itu setelahnya. Money politik, intimidasi, dan jual-beli suara di tingkat RT/RW di 67 desa itu yang harus diawasi. Aep sudah bilang tegak lurus, sekarang buktikan sampai ke bawah. Jangan sampai calon yang nilai CAT-nya tinggi kalah karena serangan fajar.

2. Desa dengan calon lebih dari 5 itu bom waktu! Duren 9 calon, Kalihurip 9 calon, Muarabaru 7 calon. Ini potensi gesekan tinggi. Forkopimda jangan cuma hadir pas tes CAT, tapi harus siaga sampai hari pencoblosan. Satu desa pecah, Karawang bisa gaduh.

3. Seleksi tambahan jangan jadi celah! DPMD bilang kalau lebih dari 5 ada perhitungan jenjang pendidikan dan usia. Aturannya harus jelas dan dibuka ke publik. Jangan sampai muncul isu "yang tua disingkirkan" atau "yang ijazah SD diloloskan karena dekat". Publikasikan rumusnya.

Pilkades ini bukan soal siapa jadi kades, tapi soal masa depan 67 desa di Karawang 6 tahun ke depan. Dana desa miliaran rupiah taruhannya.

Kalau seleksinya jujur dari awal seperti tes CAT ini, insya Allah kades yang terpilih juga akan jujur kelola desanya.((red).

Hide Ads Show Ads