Go Model ! Kebangkitan Tren Daster Kekinian 2026
Karawang : Jika satu dekade lalu daster identik dengan pakaian rumahan yang dikenakan ibu rumah tangga, kini persepsi tersebut berubah total. Pada tahun 2026, daster mencatat kebangkitan sebagai salah satu busana harian yang paling diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga perempuan dewasa.(24/10/26)
Berdasarkan pantauan tren mode lokal, daster modern tidak lagi hanya menekankan fungsi, melainkan juga aspek gaya. Perubahan ini didorong oleh beberapa faktor utama.
Pertama, faktor kenyamanan. Di tengah iklim tropis Indonesia, bahan seperti rayon premium, katun Jepang, dan rayon diamond memberikan sirkulasi udara yang baik dan rasa adem saat dikenakan. Kenyamanan menjadi kemewahan baru setelah masa kerja dari rumah yang membuat masyarakat meninggalkan pakaian yang kaku dan tidak praktis.
Kedua, inovasi desain. Produsen lokal kini menghadirkan model yang jauh lebih variatif. Sebut saja daster A-line dengan ikat pinggang yang membentuk siluet, daster berkerah V dengan kancing depan yang ramah untuk ibu menyusui, serta daster Arab lengan pendek dengan nuansa netral dan motif etnik. Motifnya pun berevolusi dari bunga besar konvensional menjadi batik modern, floral kecil, dan corak kekinian.
Ketiga, fleksibilitas penggunaan. Istilah daster to street kini lazim digunakan. Dengan padu padan yang tepat, daster dapat dikenakan di luar rumah. Penggunaan aksesori seperti kalung emas inisial berukuran kecil, sepatu kets putih, tas bahu berbahan kulit, serta outer berbahan linen tipis, mampu mengubah daster menjadi busana yang modis untuk kegiatan santai seperti bersantap di kafe atau berjalan-jalan.
Pengamat mode lokal menilai, fenomena ini tidak lepas dari peran jenama lokal seperti Kencana Ungu, Zoraya, dan sejumlah produsen di platform lokapasar yang menawarkan kualitas jahitan rapi dan daya tahan tinggi. Daster kini tidak hanya ditargetkan untuk ibu rumah tangga, melainkan juga untuk perempuan muda yang mengutamakan gaya hidup praktis.
Kebangkitan daster menunjukkan bahwa definisi mode telah bergeser. Tidak lagi tentang pakaian yang rumit, melainkan tentang pakaian yang jujur, nyaman, dan tetap memberikan rasa percaya diri bagi pemakainya.(Red)
