HUT 81 TNI: 3.378 Personel & 38 Alutsista Dikerahkan, SBY-Jokowi Hadir
Jakarta: Suasana khidmat dan penuh keakraban menyelimuti Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (5/10/2026). Di tengah barisan tamu VVIP yang memadati arena upacara HUT ke-81 TNI, kehadiran dua mantan Presiden, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mencuri perhatian publik.
Presiden Prabowo Subianto, yang bertindak sebagai inspektur upacara dengan mengenakan setelan jas abu-abu dan peci hitam, nampak menyambut hangat kedua pendahulunya tersebut.
Jokowi hadir mengenakan setelan formal berwarna biru gelap dengan kopiah hitam, duduk berdampingan dengan SBY yang tampil berwibawa mengenakan setelan jas dipadu baret hijau militer beremblem bintang empat.
Kehadiran simbolis tiga pemimpin ini mencerminkan kesinambungan kepemimpinan nasional dan soliditas lintas era di hadapan puluhan ribu pasang mata.
Berdasarkan keterangan resmi Puspen TNI, jalannya parade militer tahun ini dipimpin oleh *Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama jajaran kepala staf matra, yakni Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Adapun posisi Komandan Upacara dipercayakan kepada Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto.
Mengusung tema besar "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur",perayaan tahun ini melibatkan pengerahan kekuatan masif. Sebanyak 3.378 personel gabungan* yang terdiri atas unsur prajurit tri-matra, komponen masyarakat, Komcad, hingga pramuka, berbaris rapi dalam empat Satuan Setingkat Batalyon (SSY). Barisan defile tersebut turut diperkuat oleh pengerahan 38 unit alutsista modern dari berbagai jenis.
Selain unjuk kekuatan, momentum HUT ke-81 ini juga menandai tonggak sejarah baru dalam struktur organisasi pertahanan nasional. Agenda krusial dalam upacara tersebut mencakup *pelantikan serta pengukuhan sejumlah satuan tempur dan pendukung baru di lingkungan TNI AD, AL, dan AU guna merespons dinamika geopolitik kawasan.
Pengukuhan tersebut meliputi:
TNI AD:
- 6 Komando Daerah Militer (Kodam)
- 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP)
- 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP)
- 3 Batalyon Bantuan Penyelenggara
TNI AL:
- 1 Brigade Marinir
- 4 Batalyon Marinir baru
TNI AU:
- Divisi II Korpasgat
- 1 Brigade Korpasgat
- 3 Batalyon Korpasgat
- 1 Skadron Pendidikan
- 2 Skadron Udara baru
- 2 Satuan Radar strategis (*)
