Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Ngaliwet di Atas Daun Pisang: Sensasi Kuliner Sunda yang Bikin Kangen Lembur

Karawang:  Jika orang Sunda ditanya apa makanan yang paling bikin kangen rumah, jawabannya hampir pasti: liwetan.(23/10/26).

Ngaliwet di Atas Daun Pisang: Sensasi Kuliner Sunda yang Bikin Kangen Lembur


Foto di atas adalah potret otentik tradisi ngaliwet atau botram, makan bersama di atas hamparan daun pisang yang masih menjadi kearifan lokal urang Sunda hingga kini.

Di tengah cobek kayu legendaris, tersaji sambal dadak terasi merah menyala yang baru diulek. Di pinggir cobek, berjejer rapi lalapan kesukaan: pete bakar, jengkol muda, peteuy selong, dan jengkol goreng. Di atasnya, ada ikan asin jambal bakar yang gurihnya minta ampun.

Di sekeliling daun pisang, nasi putih pulen bertabur bawang goreng dibentangkan. Tak ketinggalan lalapan segar: daun kemangi, timun iris, tomat cherry, dan petai bakar yang gosong sedikit di luar, lumer di dalam. Ada juga irisan jengkol kolot atau jengkol bakar yang menjadi primadona.

Tradisi makan dengan tangan langsung atau ngacai seperti dalam foto inilah yang membuat rasa makanan Sunda menjadi berkali-kali lipat lebih nikmat. Tangan yang mengambil jengkol lalu dicocol ke sambal, kemudian disantap bersama nasi hangat dan ikan bakar, menciptakan harmoni rasa pedas, gurih, pahit, dan segar.

Filosofi Sunda mengatakan: "Makan tidak hanya mengenyangkan perut, tapi mengikat silaturahmi." Liwetan mengajarkan kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur atas hasil bumi. Tidak perlu meja mewah, cukup daun pisang, semua duduk melingkar sama rata, tidak ada yang lebih tinggi.

Kuliner ini kini banyak diburu wisatawan. Di Karawang sendiri, paket liwetan komplit seperti ini hanya dibanderol mulai Rp 125.000 per orang, sudah bisa makan sepuasnya dengan pemandangan sawah.(Red)

Hide Ads Show Ads