Pasar Finansial Berbalik Arah, Emas Antam Turun, Rupiah Rebound, IHSG Melesat
Jakarta : Pasar finansial Indonesia bergerak dinamis pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terkoreksi, nilai tukar rupiah berbalik menguat, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rebound tajam setelah sempat terperosok di bawah level psikologis 5.000.
Harga Emas Antam Turun ke Rp 2.564.000 per Gram
Berdasarkan data resmi laman Logam Mulia per pukul 08.42 WIB, harga emas Antam 1 gram dipatok Rp 2.564.000. Turun Rp 10.000 dibandingkan penutupan Senin (19/10/2026) di level Rp 2.574.000.
Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali (buyback) yang turun Rp 10.000 menjadi Rp 2.379.000 per gram. Selisih harga jual dan buyback (spread) tercatat Rp 185.000 atau 7,2 persen.
Adapun rincian harga dasar Antam hari ini: 0,5 gram Rp 1.332.000; 2 gram Rp 5.068.000; 5 gram Rp 12.595.000; 10 gram Rp 25.135.000; 25 gram Rp 62.712.000; dan 100 gram Rp 250.612.000.
Rupiah Rebound Tinggalkan Level Rp 18.000
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menunjukkan penguatan. Data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah menguat 2 poin (0,01%) ke Rp 18.044 per USD, dari penutupan sebelumnya Rp 18.046.
Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia bahkan menunjukkan penguatan lebih signifikan, dibuka di Rp 18.015 dan sempat menyentuh Rp 17.993 pada pukul 10.40 WIB. Penguatan terjadi seiring intervensi Bank Indonesia di pasar spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), dan pemberian insentif hedging.
Kurs di perbankan: BCA e-rate beli Rp 18.010 jual Rp 18.030, Mandiri special rate beli Rp 18.020 jual Rp 18.050.
IHSG Berbalik Menguat Tajam 4,06%, Kembali di Atas 5.100
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pembalikan dramatis. Setelah dibuka melemah 0,33% ke 4.980,16, IHSG langsung melesat. Pukul 09.12 WIB, indeks sudah naik 2,76% ke 5.134, dan pada sesi I pukul 10.14 WIB bertengger di 5.182,44, naik 202,28 poin atau 4,06% dari level pembukaan. Sebanyak 596 saham menguat.
Kenaikan tajam dipicu kebijakan BEI yang mengumumkan saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) — sekitar 80 saham dengan bobot 18% — tidak lagi diperhitungkan dalam IHSG untuk memperbaiki kredibilitas indeks pasca sorotan MSCI. Sentimen tambahan datang dari saham perbankan: BBRI naik 6,69% ke Rp 2.710, BBCA naik 5,29%, dan TLKM melonjak 12,71%.
Analis menilai rebound ini bersifat teknikal, namun fundamental ekonomi domestik masih terjaga. (*)
Sumber Data: Logam Mulia Antam, Bloomberg, BEI, Investor.id, Faktualid.com
