Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Potret Semrawut Lalin di Karawang, Bus Pariwisata,Gerobak Barang dan Minimnya Ketertiban

Karawang :  Foto yang diabadikan pada Jumat (03/10/2026) pukul 15:03 WIB di Prapatan Ciranggon,Kecamatan Majalaya, ini menjadi potret nyata betapa kurangnya tertib lalu lintas menjadi penyebab utama kemacetan di jalan-jalan kabupaten.
Potret Semrawut Lalin di Karawang, Bus Pariwisata,Gerobak Barang dan Minimnya Ketertiban

Dalam foto terlihat sebuah bus pariwisata besar "Selamat Trans" berpapasan dengan gerobak pengangkut barang yang sarat muatan karung dan sayuran di tengah persimpangan. Di sampingnya, pemotor melaju berdempetan, sementara beberapa warga berdiri di tepi jalan yang tidak memiliki trotoar memadai.

Bukan sekadar padat, tapi semrawut.

5 Penyebab Kemacetan yang Terlihat di Foto Ini:

1. Pencampuran Moda Transportasi yang Tidak Seimbang.

Di satu ruas jalan yang sama, ada bus besar ukuran 50 seat, motor, dan gerobak dorong tradisional yang berjalan pelan dengan muatan melebihi dimensi. Tidak ada lajur khusus, semua berebut satu badan jalan.

2. Hambatan Samping (Side Friction) Tinggi

Ruko-ruko di sisi jalan, motor parkir sembarangan di bahu jalan, pedagang, dan pejalan kaki yang menyeberang tidak pada tempatnya. Aktivitas di kiri-kanan jalan langsung memotong arus utama.

3. Minimnya Fasilitas dan Penegakan Rambu

Di lokasi terlihat traffic light dan rambu polisi, namun tidak ada petugas dan tidak ada marka jalan yang jelas untuk memisahkan arus. Kendaraan berhenti seenaknya di mulut persimpangan.

4. Infrastruktur yang Tidak Mendukung Pertumbuhan Kendaraan
Jalan yang masih 2 lajur dengan tiang listrik dan kabel semrawut di atasnya, sementara volume kendaraan besar seperti bus pariwisata dan truk terus meningkat. Drainase dan bahu jalan yang tidak terawat membuat kendaraan melambat.

5. Rendahnya Kesadaran Tertib Berlalu Lintas

Pemotor tanpa memperhatikan jarak aman dengan bus, gerobak yang memakan hampir setengah lajur, dan pejalan kaki yang menyeberang di antara kendaraan menunjukkan bahwa budaya tertib masih jauh.

 Kemacetan di Majalaya bukan hanya soal banyaknya kendaraan, tapi soal *tidak ada yang mau mengalah dan tidak ada yang mengatur.*

Solusinya Tidak Bisa Parsial:

1. Pemerintah Kecamatan & Dishub: Perlu penertiban jam operasional untuk kendaraan besar dan gerobak barang. Buat kantong parkir dan larangan parkir liar di mulut persimpangan Majalaya.

2. Penegakan Hukum Fungsikan kembali pos polisi dan traffic light, bukan hanya sebagai pajangan

3. Edukasi Masyarakat: Sosialisasi bahwa jalan raya bukan tempat nongkrong dan berhenti sembarangan.

Jika dibiarkan, potret seperti ini akan terus terulang setiap sore. Dan yang rugi bukan hanya pengendara, tapi ekonomi warga Majalaya sendiri yang terhambat karena distribusi barang terlambat.(*)

Hide Ads Show Ads