Presiden Prabowo Sebut Indonesia Peringkat 7 Ekonomi Dunia PPP, Tantangan Pemerataan Kesejahteraan
Jakarta : Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa besarnya kekuatan ekonomi Indonesia harus diikuti dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Merujuk data Dana Moneter Internasional (IMF), ia menyebut Indonesia menempati peringkat ketujuh ekonomi terbesar dunia berdasarkan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP).(23/10/26)
"Kita kuat dan kita kaya. Tapi sekarang masalahnya adalah bagaimana kita kelola itu supaya bisa dirasakan langsung oleh rakyat kita yang paling memerlukan. Ini tantangan kita," ujar Prabowo dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta, Kamis (22/10/2026), seperti dilansir Antara.
Prabowo menilai manfaat pertumbuhan ekonomi nasional masih terkonsentrasi pada sebagian kecil masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya mengarahkan kebijakan ekonomi agar selaras dengan amanat UUD 1945, khususnya dalam mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata.
Pemerintah, lanjutnya, berupaya memperbaiki pengelolaan kekayaan nasional agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh masyarakat yang membutuhkan. Namun, Prabowo mengakui bahwa upaya tersebut membutuhkan proses dan tidak dapat dicapai secara instan.(*)
