Soal LNG ke Singapura, Bahlil Sebut Sebagian Dijadikan Trading ke Negara Lain
KARAWANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM dan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyoroti pemanfaatan 148 kargo LNG Indonesia yang dikirim ke Singapura. Ia meyakini tidak seluruh pasokan tersebut digunakan untuk konsumsi domestik negara tersebut.
![]() |
| Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM dan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia |
"Keyakinan saya bahwa pengiriman 148 kargo itu tidak semuanya itu dipakai untuk kepentingan Singapura, tapi sebagian dijadikan sebagai trading untuk kemudian diekspor lagi ke negara lain. Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka," kata Bahlil.
Pernyataan tersebut membuka sorotan terhadap pemanfaatan akhir LNG Indonesia setelah diekspor, terutama karena sebagian pasokan menurut Bahlil diduga kembali diperdagangkan ke negara lain.
Di sisi lain, pemerintah juga telah mengurangi 31 MM pasokan gas melalui pipa dari total kontrak sekitar 409,5 MM. Bahlil menyatakan jumlah tersebut masih berada di atas batas minimum pengiriman yang diatur dalam kontrak.
"Dengan yang ada itu, kita belum melanggar kontrak karena ada batas minimum. Batas minimum itu belum kita lampaui. Jadi nggak ada masalah, ya," tegasnya.
Sorotan terhadap 148 kargo LNG tersebut menempatkan pemanfaatan dan nilai perdagangan energi Indonesia sebagai bagian penting yang perlu dilihat secara lebih utuh, terutama terkait optimalisasi nilai tambah dari ekspor energi nasional.(*)
