Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

VIRAL! Ibu Protes Petasan Jam 1 Pagi Karena Anaknya Ketakutan, Malah Diduga Diludahi & Dikeroyok Massa Acara Agama!

JAKARTA, — Niat hati membela anak, apa daya malah berujung di kantor polisi. Kisah pilu dialami Amanda Andono (50), seorang ibu yang panik karena anaknya yang berkebutuhan khusus ketakutan mendengar suara petasan yang menggelegar jam satu dini hari.
VIRAL! Ibu Protes Petasan Jam 1 Pagi Karena Anaknya Ketakutan, Malah Diduga Diludahi & Dikeroyok Massa Acara Agama!

Kejadian bermula Minggu dini hari, 4 Oktober 2026, di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Saat itu, festival acara keagamaan menyalakan petasan dan kembang api dengan suara sangat keras hingga dini hari. Suara itu membuat anak Amanda histeris ketakutan dan sulit ditenangkan.

Sebagai ibu, Amanda mencoba melayangkan protes dengan baik-baik. Ia hanya ingin ketenangan untuk anaknya. Namun bukannya mendapat pengertian, ia justru diduga mendapat intimidasi hingga tindakan tidak pantas berupa diludahi oleh massa yang berada di lokasi acara!

Ironis! Upaya seorang ibu mencari ketenangan bagi anaknya justru berujung kekerasan fisik!

Tak tinggal diam, Amanda akhirnya melaporkan dugaan pengeroyokan itu. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, ia menjalani pemeriksaan di Ditres PPA-PPO Polda Metro Jaya sebagai tindak lanjut kasus tersebut.

Kini, polisi fokus mendalami kasus ini dalam ranah kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan anak.

Kasus ini pun memicu perdebatan panas di masyarakat: Di satu sisi, hak warga untuk istirahat tenang di jam 1 pagi adalah hak mutlak yang dilindungi undang-undang. Di sisi lain, kegiatan tradisi keagamaan sering dianggap punya pengecualian moral meski mengganggu ketertiban.

Pertanyaannya: Apakah tindakan intimidasi massa bisa dibenarkan atas nama menjaga tradisi? Ataukah sudah saatnya hak privasi warga di jam istirahat ditegakkan tanpa kompromi?

Warganet pun geram: "Jam 1 pagi nyalain petasan keras-keras, anak berkebutuhan khusus trauma, ibunya malah diludahi! Di mana empatinya?!"

Polisi diharapkan usut tuntas!

Sumber: lensahukum (*)

Hide Ads Show Ads