Viral ! Silakan Benci Gurumu yang Galak" - Tausiah Menohok Uas Romansah di Upacara Bendera
Karawang - Sebuah video tausiah pembina upacara bendera di sekolah viral di media sosial. Gaya penyampaiannya keras, tegas, namun dinilai sangat mengena bagi dunia pendidikan saat ini.(22/10/26).
![]() |
| Silakan Benci Gurumu yang Galak" - Tausiah Menohok Uas Romansah di Upacara Bendera 19 Oktober 2026 Viral |
Pembina tersebut diketahui bernama Uas Romansah, S.Pd.I., yang bertindak sebagai Pembina Upacara Bendera pada 19 Oktober 2026. Videonya berdurasi 4 menit 37 detik dan kini ramai dibagikan warganet karena pesannya yang menohok pelajar yang malas belajar.
Dalam amanatnya, Uas Romansah menyoroti fenomena siswa yang malas sekolah, bolos, tidak mengerjakan tugas, hingga kabur saat salat berjamaah.
"Malas sekolah ngomong sama orang tua. Pak, Mah, Abi mah embung sekolah. Capek. Silakan ngomong. Biar kalian tidak jadi beban. Tiap hari dikasih jajan. Baju dibelikan, sepatu dibelikan. Sekolahnya asal-asalan," tegas Uas Romansah dari podium upacara.
Ia mengingatkan para siswa untuk melihat pengorbanan orang tua di pundak mereka sendiri.
"Lihat pundakmu, pegang pundakmu. Ada harapan besar orang tuamu. Ingin kalian hidup enak. Harapan orang tuamu kalian tidak seperti orang tuamu harus keributan, masuk ruyuk, belepotan, keluar keringat bau demi bajumu yang bagus, demi kerudungmu, demi gelangmu, demi cincinmu," lanjutnya dengan nada tinggi.
Menurutnya, balasan kemalasan, bolos, hingga bentakan kepada orang tua adalah bentuk pengkhianatan terhadap kerja keras orang tua. Bahkan, dalam video tersebut ia menyebut ada siswa yang sampai berani memberikan golok kepada orang tua.
"Orang tuamu menginginkan kalian itu berdiri di atas kakimu sendiri, bukan di atas kaki orang tuamu. Karena orang tuamu hari ini mungkin masih kuat nyari nafkah, suatu saat nanti mereka akan meninggal, suatu saat mereka akan sakit tidak bisa memberimu nafkah lagi," ujar Uas.
Uas Romansah menegaskan, warisan terbaik orang tua bukanlah harta, sawah luas, atau motor mewah, melainkan ilmu yang bermanfaat yang akan memudahkan hidup di masa depan.
Pada bagian yang paling viral, ia membela peran guru yang sering dianggap galak dan bawel oleh siswa.
"Turut apa yang dimau oleh gurumu. Gurumu tidak akan menjerumuskanmu. Bentakan gurumu, marah gurumu itu bukti kalau guru itu sayang kepadamu. Silakan kalian benci kepada gurumu yang galak, silakan kalian benci kepada gurumu yang bawel, silakan. Nanti akan terasa 10, 15 tahun yang akan datang," kata Uas yang disambut hening oleh peserta upacara.
Ia juga mengaitkan kedisiplinan sekolah seperti aturan topi, dasi, kaos kaki, dan jadwal upacara sebagai bagian dari pembentukan karakter. Menurutnya, kedisiplinan itu sama seperti aturan di Indomaret, di bank, hingga di PT, yang semuanya memiliki aturan berpakaian dan waktu.
"Memang rambut gondrongmu tidak ada hubungannya dengan kepintaranmu. Memang topi, dasi, kaos kaki, enggak ada hubungannya dengan kepandaianmu. Tapi kalian sekarang sedang dibentuk bahwa hari Senin harus pakai topi, hari Rabu harus pakai batik, hari Jumat harus pakai Pramuka. Itu bagian dari pendidikan disiplin," tegasnya.
Tausiah ditutup dengan ajakan untuk berubah dan sebuah pertanyaan yang dijawab serentak oleh siswa.
"Siap berubah? Siap nurut sama orang tua? Siap nurut sama guru? Jangan bohong," tutup Uas Romansah.
Hingga berita ini diturunkan, video Uas Romansah telah ditonton ribuan kali dan menuai komentar positif dari warganet. Banyak yang menilai tausiah tersebut perlu didengar oleh seluruh pelajar di Indonesia sebagai pengingat pentingnya menghormati orang tua dan guru.(Red)
