Abdul Aziz Ketua Baru Golkar Karawang Terpilih, Siap Lari Kencang Menuju Pilkada 2030?
KARAWANG – Terbukanya ruang kontestasi Pilkada Karawang 2030 memberi angin segar bagi Abdul Aziz. Berbekal kepiawaian politik dan pengalaman organisasi, Ketua DPD Golkar Karawang terpilih ini berpotensi kuat melenggang sebagai calon kepala daerah apabila berhasil membuktikan "lari cepatnya" lewat peningkatan elektabilitas dan perolehan kursi partai.
Kemenangan Abdul Aziz sebagai calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang membuktikan kepiawaian politiknya. Dalam Musda XI Partai Golkar yang berlangsung 1 November 2026, ia nyaris tanpa lawan.
Pada Pileg 2024, perolehan suara Abdul Aziz di Dapil Karawang IV hanya terpaut tipis dari petahana Teddy Lutfhiana. Meski demikian, ia berhasil meyakinkan elit Golkar di tingkat kabupaten untuk memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.
“Sebagai aktivis, Abdul Aziz mampu ‘berlari cepat’. Ia bukan pemenang mutlak di daerah pemilihannya, tetapi berhasil meyakinkan para elit Golkar Kabupaten Karawang. Hal itu tak terlepas dari pengalaman dan perjalanan hidupnya di berbagai organisasi. Jatuh-bangun sudah biasa baginya,” kata Pengamat Komunikasi Publik Puga Hilal Bayhaqie di Karawang, Minggu (1/11/2026).
Puga memprediksi Abdul Aziz akan melakukan sejumlah lompatan saat memimpin Golkar Karawang. Lompatan tersebut, menurutnya, harus dibarengi komitmen dan kerja keras untuk meningkatkan perolehan kursi partai yang saat ini berjumlah enam menjadi 10 hingga 12 kursi pada pemilu mendatang.
Jika perolehan kursi DPRD berhasil ditingkatkan, peluang Abdul Aziz untuk masuk bursa calon bupati atau wakil bupati terbuka lebar. Posisi Bupati H. Aep Syaepuloh yang tidak lagi dapat mencalonkan diri kembali membuka ruang bagi politisi muda untuk bertarung.
Menurut Puga, Wakil Bupati H. Maslahi belum mampu mendongkrak elektabilitasnya secara signifikan. Kondisi ini membuka peluang bagi tokoh lain dari luar struktur pemerintahan untuk diperhitungkan.
Puga mencontohkan kemenangan pasangan Dadang S. Muchtar–Elly Amalia Priyatna pada Pilkada 2005. “Dari informasi yang saya peroleh, pasangan itu merupakan salah satu yang paling minim anggaran, tetapi berhasil memenangkan hati pemilih. Saya berharap ke depan, calon kepala daerah tidak hanya dinilai dari kemampuan finansial, melainkan dari konsep dan visi yang mereka tawarkan,” ujarnya.(*)

