Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Rekam dan Sebar Percakapan Tanpa Izin, Penguntit Jay ENHYPEN Dilaporkan Pidana

JAKARTA – BELIFT LAB mengambil langkah hukum terhadap individu yang diduga melakukan stalking terhadap Jay ENHYPEN. Agensi menyebut pelaku menghubungi Jay menggunakan identitas palsu hingga merekam dan menyebarkan percakapan telepon tanpa izin.
BELIFT LAB Tak Beri Ampun Pelaku Stalking Jay ENHYPEN, Tolak Damai

Melalui pernyataan resmi, BELIFT LAB mengungkapkan Jay mengalami gangguan privasi sejak Juni. Individu tersebut dilaporkan berulang kali menghubungi nomor telepon pribadi Jay untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Pada panggilan pertama, pelaku mengaku sebagai pegawai layanan pemasangan internet dan televisi untuk menghubungi Jay. Individu tersebut juga menyebut keluarga Jay dan menawarkan informasi layanan dengan tujuan mendapatkan kepercayaan sang artis.

Pelaku kemudian menanyakan kemungkinan menghubungi Jay kembali serta memberikan nomor telepon pribadinya. Namun, setelah Jay memastikan informasi tersebut kepada keluarganya, seluruh pernyataan individu itu diketahui tidak benar.

Meski Jay tidak memberikan tanggapan, individu tersebut tetap melakukan kontak berulang yang mengganggu sang artis. Pelaku juga diduga merekam percakapan telepon secara diam-diam dan menyebarkannya melalui berbagai platform digital.

BELIFT LAB menyebut rekaman percakapan tersebut dibagikan melalui KakaoTalk, Instagram, dan X Spaces tanpa persetujuan Jay. Setelah kasus tersebut diketahui publik, individu itu disebut memberikan berbagai alasan untuk menghindari tanggung jawab.

Pelaku dilaporkan mengklaim panggilan tersebut berkaitan dengan pekerjaan atau menyebut dirinya mengalami peretasan. Individu tersebut juga diduga menghapus akun media sosial untuk menghindari pertanggungjawaban atas tindakannya.

Agensi menilai kejadian tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap privasi yang berpotensi membahayakan keselamatan Jay. Penyebaran informasi pribadi juga dikhawatirkan menimbulkan risiko tambahan bagi sang artis di kemudian hari.

BELIFT LAB menyatakan telah mengajukan pengaduan pidana terhadap individu yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kontak berulang, penggunaan identitas palsu, serta penyebaran rekaman tanpa izin.

Selain melaporkan pelaku, agensi juga meminta bantuan tiga perusahaan telekomunikasi utama Korea Selatan untuk mengidentifikasi individu tersebut. BELIFT LAB menegaskan akan terus mengambil langkah hukum demi melindungi privasi dan keselamatan artisnya.

BELIFT LAB mengapresiasi laporan penggemar yang membantu proses pengumpulan informasi hingga pengajuan pengaduan pidana. Agensi meminta penggemar terus melaporkan dugaan pelanggaran melalui laman Artist Rights Protection milik HYBE.

Agensi menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan stalking maupun penyebaran informasi pribadi secara ilegal. BELIFT LAB juga memastikan tidak akan memberikan keringanan hukuman atau menyepakati penyelesaian damai dengan pihak yang bertanggung jawab.(*)

Hide Ads Show Ads