Sepekan Hujan, BPBD Garut Catat 12 Titik Bencana Hidrometeorologi
GARUT – Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Garut sejak sepekan terakhir mulai memicu terjadinya bencana hidrometeorologi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mencatat sedikitnya 12 titik kejadian bencana yang tersebar di sejumlah wilayah, dengan mayoritas terjadi di kawasan Garut bagian selatan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius BPBD Garut mengingat intensitas hujan diperkirakan akan terus meningkat seiring mulai masuknya musim penghujan. Bencana tanah longsor menjadi kejadian yang paling banyak dilaporkan, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik geografis berupa perbukitan dan kemiringan lereng yang cukup ekstrem.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan. Selain itu, asesmen langsung juga dilakukan terhadap setiap kejadian bencana yang dilaporkan masyarakat.
"Sejak sepekan terakhir, sudah ada 12 titik kejadian bencana akibat hujan. Kami melakukan asesmen langsung terhadap kejadian-kejadian tersebut, sekaligus berkoordinasi dengan dinas maupun SKPD lainnya yang memiliki keterkaitan dalam penanganannya," ujar Aah, Selasa, 3 November 2026.
Menurutnya, kondisi tanah yang sebelumnya mengalami kekeringan akibat musim kemarau menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kerawanan longsor ketika hujan deras mulai turun. Tanah yang semula kering memiliki retakan, sehingga ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan mengalami kejenuhan air, kondisinya menjadi lebih labil.
Ia menyampaikan, untuk mengantisipasi peningkatan risiko bencana, BPBD Garut juga telah melakukan sosialisasi kepada seluruh kecamatan melalui surat resmi. "Selanjutnya, pihak kecamatan diminta meneruskan informasi tersebut kepada pemerintah desa agar upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bisa disampaikan hingga ke tingkat masyarakat," ujarnya.(*)
