Notification

×

Iklan


Iklan

AKM Tuntut Siswa SD Miliki Laptop Canggih, Kepsek : Tablet Afirmasi Mubadzir !

Monday, February 15, 2021 | 14:36 WIB Last Updated 2021-02-15T07:36:56Z
Assessment Kompetensi Siswa (AKM) direncanakan mulai diberlakukan bagi kelas 5 tahun ajaran 2021/2022 mendatang, tepatnya sekitar bulan September. Daya serap sosialisasi yang masih kurang dan sarana pra sarana teknologi yang juga minim di sekolah tingkat SD, menjadi perbincangan tersendiri bagi sejumlah kepsek dan pemangku pendidikan di Karawang. Bahkan, kuota siswa peserta AKM tersebut, di arahkan memiliki laptop  kualitas Five Three dengan 4GB dan 534 KBBS yang harganya di perkirakan sekitar Rp10 jutaan per unit. 


"Sekolah saya dapat afirmasi tahun lalu, siswa mendapat tablet untuk melakukan pembelajaran standar teknologi itu, tapi ketika sekarang ada rencana AKM, tablet itu ya mubadzir juga, karena di klausul konon harus dengan laptop yang canggih, " Kata Kepala SDN 3 Pasirukem Kecamatan Cilamaya Kulon, Asep Tajarudin kepada pelitakarawang.com

Foto Ilustrasi

Tidak hanya itu, setiap kebijakan yang non anggaran, ini menyulitkan pihak sekolah. Sebab, pengadaan alat dan sarananya, harus di arahkan kemana, jika semua di tumpuk ke BOS, tidak memungkinkan. Atau, rencana dikerjasamakan dengan pihak SMP, juga rasanya mustahil, sebab, di banyak kejadian, beberapa SMP juga sempat nebeng UNBK di SMA, rata-rata laptopnya jebol alias rusak. "Semua sekolah akan diberlakukan, gak tahu coba kedepan bagaimana, " Katanya. 

Pengawas SD Koorwilcambidik Cilamaya Kulon, H Karna mengatakan, AKM ini yang paling menonjol harus disiapkan dan jadi ingatan para kepsek, memang soal peralatan dan laptop. Program yang siswanya di pilih secara acak lewat Dapodik ini, bertujuan untuk mengukur kemampuan sekolah yang nilainya di komulatifkan. Yang ia tahu, dalam satu kelas atau 30 siswa kelas V SD, minimal ada pengadaan laptop sekitar 10 unit. Nanti, pembelajaran siswa ini persis seperti Ujian Kompetensi Guru (UKG), jadi anak mau tidak mau harus mampu membuka dan menutu laptop dan mengoperasikannya selama belajar. "Output AKM ini, pemerintah berharap bisa melihat kemampuan sekolah, " Ujarnya.(rd)
X
X