Catat ! Gaji Setara PNS, Permintaan Warga Jadi Pegawai Desa Tinggi

Kursi Perangkat desa (Sekdes, Bendahara, Kepala Seksi dan Kepala Dusun_red), menjadi incaran banyak pihak paska Pilkades dan imbal jasa bagi Kades pemenang. Bukan saja karena rekomendasi Tim sukses, tingginya minat masyarakat menjadi pegawai desa juga tak lepas dari standarisasi penghasilannya yang sudah menembus Rp2,4 juta lebih/bulan atau setara PNS Golongan II A sebagaimana aturan. Sehingga, kondisi ini berdampak pada pengetatan persyaratan menjadi calon perangkat desa. Mereka, bukan saja harus melampirkan ijasah terakhir legalisir, tetapi semua strtata pendidikannya mulai dari SD, SMP, SMA/Sederajat harus ikut di lampirkan legalisirnya. Tak cukup itu, sejumlah identitas diri, semisal KTP, KK hingga akte kelahirannya harus mendapat keabsahan legalitasnya dari Disdukcatpil, bahkan menunjukan pribadi yang tanpa tindakan kriminal, para calon perangkat desa juga di syaratkan melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan Pengadilan Negeri Karawang.

Foto Ilustrasi

Namun demikian, dalam proses seleksi calon pegawai desa baru, para kades terus di ingatkan peraturan soal pengangkatan dan pemberhentian, baik dari UU Desa, Permendagri sampai edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang. Lebih dari itu, menekan upaya pelanggaran perjokian syarat calon perangkat desa, Muspika Kecamatan dilibatkan dalam proses verifikasi dan validasinya dan bertanggungjawab atas keabsahan dan legalitas berkas yang di ajukan para Kades baru tersebut.


"Iya yang ngelamar jadi pegawai desa cukup banyak, namun soal pengangkatan tentu saja kita akan memperhatikan sisi kelayakan dan kinerjanya selama ini. Jadi pertimbangan itu kita seleksi dan memutuskan, apakah layak dipertahankan atau memang ada hal lain sehingga mengharuskan ada pergantian, " Kata Kades Karyamukti Iim Rohimah kepada pelitakarawang.com, Senin (3/4).

BPD Desa Karyamukti Santa Kurnia mengakui, keinginan masyarakat menjadi pegawai desa di tahun ini begitu tinggi tak terkira di desanya. Masih mending kalau jabatan yang diinginkan itu sekaliber Sekdes, Bendahara, Kaur dan Kadus, tapi di desanya ini cenderung banyak juga yang melamar jadi pegawai desa hingga ketingkatan RT dan RW sekalipun. "Sekarang ini kades gak tunjuka sembarangan, karena memang pelamarnya banyak. Bahkan bukan saja posisi pegawai, tapi sampai RT dan RW ini pelamarnya banyak banget, " Ungkapnya.

Lain halnya dengan Kades incumben Desa Rawagempol Wetan Kecamatan Cilamaya Wetan, H Udin Abdul Gani, dirinya mengaku tidak terlalu kesulitan mencari dan atau menerima perangkat desa baru, karena personil lamanya juga masih terus bersinergi. Namun demikian, jika diperlukan mungkin ada pergeseran dan atau pengamatan yang baru adalah lewat hasil pertimbangan dan aturan yang ada. "Gak kesulitan sih, karena personil yang ada yang lama ini masih bagus kinerjanya, " Katanya.

Kasie Pemerintah Kecamatan Tempuran, Encep Supriyadi mengaku, pihaknya belum menerima berkas persyaratan dan aduan terkait calon pegawai desa baru, karena mungkin masih di godok di internal kades baru. "Kami belum menerima berkas validasi, karena masih banyak desa yang mempertimbangkan beragam di lapangan, " Ujarnya. (Rd)

Post a comment

Berita Sebelumnya Berita Selanjutnya
×
Berita Terbaru Update
X
X