×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

P3K Berdatangan, Kepsek SMA Negeri Cari Formulasi Nasib Honorer

24 Jan 2022 | Senin, Januari 24, 2022 WIB Last Updated 2022-01-24T12:50:07Z
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) sudah muncul nama-nama yang di pastikan lolos dan memasuki tahapan pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH). Mereka siap berdatangan ke sekolah berstatus negeri dengan membawa SK tugas dan penempatannya sesuai formasi. Lalu, bagaimana nasib para honorer sebelumnya di Negeri yang tidak lolos PPPK dan atau tidak mendaftar PPPK? Apakah nasib mereka tergeser alias di keluarkan dari sekolah, di kurangi jam belajarnya atau barter dengan pihak swasta ? 

Dede M.Pd Kepala SMAN 1 Tempuran


Kepala SMAN 1 Tempuran, H Dede M.Pd mengungkapkan, di sekolahnya di buka 18 formasi PPPK yang ajuan pemetaan formasi itu sejak 2016 lalu. Sementara jumlah honorer di sekolahnya sebnyak 32 orang, dimana 29 diantaranya sudah mengantongi SK Pemprov, dimana selama mengajar dan memiliki mengajar, mereka di bayarkan honornya oleh Provinsi sebesar Rp2 juta/bulan. Lalu sambung Dede, dari 18 formasi, 13 diantaranya sudah di pastikan terisi oleh PPPK, dengan rincian 6 diantaranya guru induk dari SMAN 1 Tempuran dan 7 dari luar, sementara Matematika, Seni Budaya dan Fisik masih belum terisi formasinya. Pertanyaannya, bagaimana nasib honorer lama ketika 7 diantaranya datang dari luar SMAN 1 Tempuran ? 

"Ini masih kita formulasikan, karena KCD juga dalam rapat bahasan sudah memetakan data berapapa potensi yang tersingkir dan berapa potensi negeri mengeluarkan dan berapa swasta yang keluar. Ini dilakukan agar SDM baik di negeri dan swasta tidak kolaps, bagaimana di negeri agar tetap kondusif dan swasta stabil, " Katanya, Senin (24/1).

Ia menambahkan, dampak jumlah jam juga akan menjadi bahasan khusus. Karena, bagaimanapun, pihaknya ingin mempertahankan yang honorer. Sebab, belum ada juga bahasan ketika honorer yang di gaji provinsi kemudian di geser P3K bagaimana nasibnya, apakah di barter dengan swasta agar tidak kehilangan jam mengajarnya, atau tetap di negeri dengan sejumlah jam yang diatur. 

"Repot itu ya ketika honorer banyak sementara yang kita terima dari luar juga banyak formasinya. Mungkin nanti ada tindaklanjutnya, "Pungkasnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS