×

Iklan

Indeks Berita

Bye-Bye Kurtilas, Guru Kelas 1 dan 4 SD di Tempuran di Garap Sosialisasi IKM

13 Jul 2022 | Rabu, Juli 13, 2022 WIB Last Updated 2022-07-13T11:33:20Z
Geser Kurikulum 2013 (Kurtilas), sebanyak 64 guru kelas 1 dan 2 dari 32 SD se Kecamatan Tempuran, di garap sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang akan start di berlakukan serentak di tahun ajaran baru 2022/2023 pada 18 Juli mendatang. Dengan menghadirkan para pengawas bersa Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), para guru tersebut di berikan edukasi dan pemaparan wawasan seputar IKM selama 32 jam yang bertempat di SDN Tempuran 2, Kamis (14/7/2022).

Foto : Kegiatan Sosialisasi IKM kepada Guru Kelas 1 dan 4 se Kecamatan Tempuran

"Kami bersama pengawas sudah ikuti sosialisasi serupa di tingkat Kabupaten. Jadi, dalam waktu sepekan ini kita teruskan ke semua guru, khususnya kelas 1 dan kelas 4. Alhamdulillah, sekarang terselenggara sekitar 3 hari tuntas, " Kata Ketua K3S Tempuran, Andi Rojali S.pd

Sementara itu, Pengawas Koorwilcambidik Tempuran, Dasir S.pd mengungkapkan, selama 32 jam, para guru diberikan beragam materi seputar IKM yang siap di terapkan di tahun ajaran 2022/2023 ini. Pemberlakuan IKM ini serentak di semua sekolah tanpa status apakah sekolah tersebut sudah menjadi sekolah penggerak atau belum. Karenanya, atas dasar wajibnya di terapkan pada tahun ajaran baru ini, diharapkan para guru yang saat ini khusus kelas 1 dan 4, bisa menyerap pemahaman materi-materi IKM, dimana kurikulum yang menggeser kurtilas di dua kelas tersebut, cenderung lebih sederhana, dimana siswa di beri kebebasan tak hanya di kelas, tapi juga di luar kelas dengan penerapan 5P yaitu  Proyek Pengutatan Profil Pelajar Pancasila. 

"Jadi sosialisasi ini kita tuntaskan, sampai sosialiasi perbedaan raport IKM yang beda dengan kurtilas juga tersampaikan, dimana rapor IKM itu ada 2, yaitu e Raport dan Raport Project, " Katanya.

Karena di berlakukan hanya dua kelas, tambah Dasir, maka yang diganti kurikulumnya hanya kelas 1 dan 4 saja dengan status guru bisa berstatus PNS maupun honorer sekalipun. Sementara kelas 2, 3, 5 dan 6 tetap menjalankan pembelajaran dengan kurtilas.

"Kalau kelas lain selain kelas 1 dan 4 tetapasih kurtilas, jadi IKM ini terus bertahap setiap tahunnya. Semoga semuanya diberikan kelancaran, " Pungkasnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS