Hidup Bukan Sehari, Cermat Atur Keuangan Menjelang Lebaran: Hindari Belanja Impulsif Akibat Promo dan Diskon
Menjelang Lebaran, banyak masyarakat tergoda untuk melakukan pembelian impulsif karena melimpahnya promo dan diskon menarik.
Kemudahan transaksi digital serta layanan paylater semakin mendorong perilaku konsumtif, sehingga pengelolaan keuangan seringkali terganggu.
Akhmad Akbar Susamto, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), mengingatkan bahwa mencari promo tidak masalah, tetapi pembelian barang yang tidak dibutuhkan justru dapat merugikan kondisi finansial.
Menurutnya, "Mencari promo bukanlah masalah, tetapi membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan dapat merugikan kondisi finansial," seperti yang dikutip dari Antara pada Sabtu (22/3/2025).
Dalam situasi di mana berbagai penawaran diskon menggoda, penting bagi masyarakat untuk lebih cermat mengatur keuangan agar tidak terjebak dalam belanja impulsif.
Berikut ini beberapa strategi pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan menjelang hari raya.
Sebelum memutuskan untuk berbelanja, sebaiknya masyarakat menyusun daftar kebutuhan terlebih dahulu.
Prioritaskan barang-barang yang benar-benar esensial, seperti kebutuhan rumah tangga, pakaian yang sudah direncanakan, dan kebutuhan pokok.
Dengan adanya daftar prioritas, kamu akan lebih mudah membedakan antara keinginan dan kebutuhan.
Hal ini sangat penting untuk menghindari pembelian barang yang hanya menggoda karena diskon semata.
Selain itu, perencanaan ini juga membantu menghindari penggunaan THR (Tunjangan Hari Raya) secara berlebihan yang dapat berdampak negatif pada keuangan setelah Lebaran.
Selain menetapkan prioritas dalam belanja, pengelolaan THR harus dilakukan dengan perhitungan matang.
Dana yang diterima selama musim Lebaran sebaiknya dialokasikan dengan bijak, antara lain untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, dan juga untuk keperluan sosial seperti sedekah.
Akbar menyarankan agar masyarakat tidak menghabiskan seluruh THR hanya untuk memenuhi keinginan sesaat, melainkan tetap menjaga kestabilan keuangan pasca Lebaran.
Dengan mengalokasikan sebagian dana untuk tabungan dan keperluan darurat, kamu akan lebih siap menghadapi berbagai kebutuhan finansial di masa depan.
Disiplin dalam manajemen keuangan juga akan membuat perayaan Lebaran terasa lebih bermakna, karena bukan hanya soal pesta dan hiburan, melainkan juga tentang tanggung jawab terhadap kondisi keuangan pribadi.
Dengan kesadaran dan perencanaan yang matang, masyarakat dapat menikmati suasana Lebaran tanpa tekanan finansial yang berlebihan.
Selalu ingat bahwa kunci pengelolaan keuangan yang baik terletak pada kemampuan untuk memprioritaskan kebutuhan dan membuat keputusan belanja yang bijak.
Manfaatkan promo dan diskon dengan cerdas, dan jangan biarkan keinginan sesaat mengganggu stabilitas keuangan jangka panjang.(*)
