Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pendaftaran Caketum PSI Dibuka, Regenerasi Kepemimpinan Mulai Bergulir

Jakarta: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah menggelar proses demokrasi internal untuk memilih Ketua Umum (Ketum) baru. Pendaftaran calon ketua umum (caketum) yang dibuka hingga akhir Mei 2025 ini mencerminkan terbukanya peluang regenerasi sekaligus dinamika politik di internal partai muda tersebut.(19/5/25)
Pendaftaran Caketum PSI Dibuka, Regenerasi Kepemimpinan Mulai Bergulir

Sejauh ini, empat nama mengemuka sebagai kandidat kuat. Mereka adalah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum PSI saat ini Kaesang Pangarep, Juru Bicara PSI Agus Herlambang, serta Anggota Dewan Pembina PSI Isyana Bagoes Oka.

Menurut Isyana, DPW-DPW mulai aktif menyampaikan usulan nama, dengan DKI Jakarta mendorong nama Jokowi, Jawa Barat mengusulkan Kaesang dan Agus Herlambang, serta DPW Bali mengusulkan dirinya.

“Proses ini masih berjalan. Saat ini baru sebagian DPW menyampaikan aspirasi, dan kami masih menunggu dinamika dari wilayah lain hingga masa pendaftaran ditutup akhir Mei,” ujar Isyana saat ditemui di Jakarta Timur, Senin (19/5/2025).

Ia menekankan bahwa pemilihan ketua umum PSI sepenuhnya mengacu pada prinsip one man, one vote setiap anggota memiliki suara yang setara.

“Yang paling utama dalam proses ini adalah keikutsertaan seluruh anggota. Mekanisme kami menempatkan suara anggota sebagai penentu utama arah kepemimpinan,” katanya.

Terkait pencalonan dirinya, Isyana mengapresiasi dukungan dari DPW Bali, namun belum mengambil keputusan untuk maju sebagai kandidat.

“Saya menghargai dukungan yang diberikan. Itu sebuah bentuk kepercayaan yang tidak ringan. Tapi saya akan mencermati proses ini dengan saksama sebelum memutuskan langkah berikutnya,” pungkasnya.

PSI dikenal sebagai partai yang terbuka terhadap partisipasi generasi muda dalam politik. 

Dengan dibukanya pendaftaran caketum dan mengemukanya nama-nama dari internal maupun eksternal, PSI kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip demokrasi terbuka dan regenerasi kepemimpinan.(*)

Hide Ads Show Ads