Nasaruddin Umar Sebut Kepemimpinan Proaktif Jadi Kunci Efektivitas Program Kemenag
Karawang : Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kepemimpinan proaktif menjadi kunci penting dalam memastikan efektivitas program-program Kementerian Agama (Kemenag), khususnya di tingkat daerah.
Hal ini disampaikan Nasaruddin saat memberikan pembinaan kepada jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Banten dan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, Sabtu 27 September 2025.
Menurut Menag, seorang pemimpin tidak boleh bersikap pasif atau hanya menunggu instruksi. Sebaliknya, mereka harus berani mencari solusi, berinovasi, dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.
"Jangan pasif. Pimpinan harus proaktif, pintar berkolaborasi dengan pemerintah lokal supaya program bisa berjalan maksimal, apalagi di tengah efisiensi anggaran," tegas Nasaruddin, dikutip dari laman Kementerian Agama, Minggu 28 September 2025.
Ia menambahkan, ASN Kemenag di Banten diminta menjunjung tinggi integritas dan memperkuat digitalisasi tata kelola birokrasi.
Selain itu, Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, memperkuat digitalisasi birokrasi, serta mengoptimalkan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga harmoni sosial.
Ia bahkan menyoroti potensi besar ekonomi syariah yang menurutnya dapat digerakkan melalui rumah-rumah ibadah.
"Potensi perputaran ekonomi syariah itu bisa mencapai Rp600 triliun. Sangat disayangkan jika tidak diberdayakan sebagai dana umat," jelasnya.(*)
