Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Peringatan Dini, BMKG Minta Masyarakat Tingkatkan Waspada Megathrust !!!

Jakarta: Wilayah Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik membuatnya menjadi wilayah dengan aktivitas tektonik yang tinggi. Dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, tercatat sedikitnya 14 zona megathrust yang memiliki potensi memicu gempa bumi berkekuatan besar hingga tsunami.
Foto ilustrasi

Di sisi lain BMKG menekankan bahwa istilah “menunggu waktu” dalam konteks seismic gap bukan berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat. Hingga kini, tidak ada teknologi maupun metode ilmiah yang mampu memprediksi secara pasti kapan gempa bumi akan terjadi.

“Kalimat ‘tinggal menunggu waktu’ sering disalahartikan sebagai ramalan. Yang dimaksud adalah potensi geologis berdasarkan data sejarah dan kajian ilmiah, bukan kepastian kejadian,” tulis BMKG melalui akun Instagram resminya yang dikutip pada Minggu (21/12/2025).

BMKG juga menegaskan bahwa penyampaian informasi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan publik, bukan menciptakan kepanikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009, BMKG memiliki tanggung jawab dalam pengamatan dan penyampaian informasi terkait gempa bumi dan tsunami kepada masyarakat.

Dengan tingginya potensi gempa di sejumlah zona megathrust, masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau untuk memahami langkah mitigasi. Termasuk mengenali jalur evakuasi, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Kesiapsiagaan dan edukasi dinilai sebagai kunci utama untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana alam di masa mendatang. Selain memahami potensi gempa dari zona megathrust, kesiapsiagaan pribadi menjadi langkah penting yang harus dilakukan masyarakat.

Khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana. Salah satu bentuk kesiapsiagaan paling dasar adalah menyiapkan tas bencana atau 'emergency kit'.

Tas bencana berfungsi sebagai perlengkapan darurat yang dapat digunakan dalam 72 jam pertama setelah bencana terjadi, saat akses bantuan masih terbatas. Isi Tas Bencana yang Wajib Disiapkan

Berikut daftar perlengkapan penting yang dianjurkan oleh lembaga kebencanaan:

1. Dokumen penting Simpan fotokopi KTP, KK, akta kelahiran, kartu BPJS, dan dokumen penting lain dalam map plastik tahan air.

2. Air minum dan makanan siap saji Siapkan air mineral serta makanan instan atau makanan berenergi tinggi seperti biskuit, makanan kaleng, dan energy bar.

3. Perlengkapan P3K Berisi obat-obatan pribadi, obat pereda nyeri, antiseptik, plester, perban, dan masker.

4. Pakaian dan perlengkapan pribadi Bawa pakaian ganti, pakaian hangat, selimut ringan, serta perlengkapan kebersihan seperti sabun, tisu basah, dan pembalut.

5. Alat penerangan dan komunikasi Senter, baterai cadangan, power bank, serta radio portable untuk menerima informasi darurat.

6. Uang tunai secukupnya Dalam kondisi darurat, transaksi non-tunai sering kali tidak bisa digunakan.

7. Peluit dan alat serbaguna Peluit berguna untuk memberi tanda jika terjebak, sementara pisau lipat atau alat multifungsi dapat membantu dalam berbagai situasi.

8. Perlengkapan khusus Jika ada bayi, lansia, atau penyandang disabilitas, siapkan kebutuhan khusus seperti susu formula, popok, atau alat bantu medis.(*)

Hide Ads Show Ads