Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

AS-Ukraina Siap Teken Kesepakatan Keamanan Baru

Vilnius: Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan telah rampung 100 persen di tengah eskalasi konflik yang memasuki hari ke-1.433.
Volodymyr Zelenskyy saat memeriksa barisan kehormatan dalam kunjungannya ke Lithuania Minggu 25/1/2026. (Foto: AP News/Mindaugas Kulbis)

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengonfirmasi bahwa naskah perjanjian keamanan bilateral antara Ukraina dan Amerika Serikat telah selesai disusun dan siap untuk ditandatangani. Pengumuman ini muncul setelah serangkaian pembicaraan intensif yang melibatkan perwakilan dari Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia di Abu Dhabi.

Dalam kunjungan resminya ke Vilnius, Lithuania, pada hari Minggu, Zelenskyy menegaskan bahwa pihaknya kini hanya menunggu konfirmasi waktu dan tempat dari pihak mitra untuk proses seremonial penandatanganan.

"Bagi kami, jaminan keamanan ini merupakan prioritas utama, terutama yang bersumber dari Amerika Serikat. Dokumen tersebut sudah 100 persen siap," ujar Zelenskyy di hadapan para jurnalis. 

Setelah ditandatangani, dokumen tersebut akan diajukan ke Kongres AS dan Parlemen Ukraina untuk proses ratifikasi.

Diplomasi di Tengah Krisis Energi

Kabar progres diplomasi ini hadir di saat Ukraina menghadapi tekanan berat di dalam negeri. Serangan udara Rusia yang terus berlanjut telah melumpuhkan infrastruktur vital di Kyiv. 

Wali Kota Vitalii Klitschko melaporkan bahwa lebih dari 1.300 bangunan apartemen masih tanpa pemanas di tengah suhu ekstrem di bawah nol derajat Celsius.

Meski pembicaraan trilateral di Abu Dhabi disebut sebagai langkah maju karena melibatkan delegasi militer, Zelenskyy mengakui masih adanya perbedaan fundamental, terutama terkait integritas teritorial yang tetap menjadi titik buntu dalam negosiasi dengan Moskow.

Seruan Persatuan Melawan Imperialisme

Di Vilnius, semangat perlawanan terhadap ekspansi Rusia juga disuarakan oleh Presiden Polandia, Karol Nawrocki. Dalam peringatan pemberontakan tahun 1863 terhadap Tsar Rusia, Nawrocki menekankan pentingnya persatuan negara-negara Eropa Timur.

"Baik itu Rusia di era Tsar, Bolshevik, maupun di bawah Vladimir Putin, negara-negara kita tetap menghadapi ancaman yang sama: Federasi Rusia," tegas Nawrocki melalui pernyataan resminya.

Senada dengan hal tersebut, Zelenskyy mengingatkan bahwa Eropa belum saatnya untuk merasa aman. 

"Terlalu dini bagi Eropa untuk bersantai selama mesin perang Rusia masih bekerja dan para diktator di sekitar Eropa belum melemah. Mereka melihat kita sebagai mangsa," tuturnya.

Respons Militer dan Keamanan Energi

Sementara itu, ketegangan di lapangan terus meningkat. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menjatuhkan 40 drone Ukraina dalam semalam, dengan mayoritas serangan menyasar wilayah Krasnodar. 

Puing-puing drone dilaporkan memicu kebakaran di dua perusahaan di Slavyansk-on-Kuban dan melukai satu orang warga sipil.

Di sisi lain, negara-negara Eropa mulai memperkuat benteng kemandirian energi mereka untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya Rusia. 

Melalui Deklarasi Hamburg yang akan ditandatangani di Jerman, negara-negara Laut Utara berkomitmen mempercepat proyek angin lepas pantai besar-besaran sebagai bentuk respons atas "persenjataan" pasokan energi oleh Kremlin sejak invasi dimulai.(*)

Hide Ads Show Ads