IHSG Diperkirakan Kembali Menguat
Jakarta : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat dalam pembukaan perdagangan hari ini. Data pantauan data Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka naik 0,46 persen ke level 9.052.(22/1/26)
Pada Rabu, 22 Januari 2026 kemarin, IHSG ditutup turun 1,36 persen atau 124 poin ke level 9.010. Penurunan disertai dengan net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp1,88 triliun.
Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, UNTR, GOTO, BMRI, dan HRTA. "IHSG berpotensi rehound (berbalik menguat) hari ini," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Kamis (22/1/2026).
Fanny menyebut, IHSG akan bergerak di rentang 8.950-9.000 di level support. Sedangkan level resistansi di rentang 9.035-9.080.
Di pasar global, bursa saham dipengaruhi oleh perkembangan sengketa Greenland antara AS dan Uni Eropa. Rabu kemarin bursa saham utama di AS melesat, dipicu unggahan Presiden Trump di sosial medianya Truth Social.
"Dalam unggahannya Trump menyatakan membatalkan rencana pengenaan tarif baru ke Uni Eropa terkait sengketa Greenland," ucap Fanny. Sehingga indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,21 persen, S&P 500 menguat 1,16 persen, Nasdaq Composite naik 1,18 persen.
Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia ditutup beragam pada Rabu kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,41 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,37 persen. Shanghai Composite naik 0,08 persen.
Bursa saham di Asia juga dipengaruhi oleh ketegangan AS dan Uni Eropa yang bersengketa terkait Greenland. Utamanya kekhawatiran akan penerapan tarif baru Trump terhadap negara-negara Uni Eropa.(*)
